Summit Oto Finance, Obligasi Pertama RI Yang Masuk ABM

Summit Oto Finance, Obligasi Pertama RI Yang Masuk ABM

- detikFinance
Kamis, 02 Feb 2006 17:38 WIB
Jakarta - Untuk pertamakalinya obligasi Indonesia masuk dalam Asian Bond Market (ABM) yakni obligasi yang diterbitkan perusahaan pembiayaan kendaraan PT Summit Oto Finance senilai Rp 1 triliun.Obligasi Summit mendapat peringkat AAA (triple A) dari Perusahaan Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Peringkat yang sama ini dimiliki oleh perusahaan seperti Telkom.Obligasi ini dijamin dengan jaminan perusahaan (corporate guarantee) dari Bank of Tokyo Mitsubishi-UFJ Limited dan Japan Bank for International Cooperation (JBIC).Sebelumnya JBIC sudah menjamin obligasi di beberapa negara Asean seperti di Thailand US$ 100 juta, Malaysia US$ 40 juta dan Korea US$ 77 juta."Obligasi ini adalah obligasi korporasi pertama dari Indonesia yang masuk Asian Bond Market Initiative," kata Presdir ABN-AMRO Asia Securities Indonesia, Benny Surjadharma, selaku penjamin emisi dalam paparan publik di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (2/2/2006).Asian Bond Market didirikan oleh negara-negara Asean plus 3 (Jepang, Korea dan Cina) pada tahun 2002.Tujuannya untuk mengembangkan pasar obligasi yang likuid dan efisien di negara-negara Asia setelah krisis moneter Asia tahun 1997-1998.Obligasi Summit sebesar Rp 1 triliun ini terdiri dari tiga seri yaitu, Seri A sebesar Rp 300 miliar berjangka waktu 24 bulan dengan bunga yang ditawarkan 0,55-0,65 persen diatas yield SUN FR 0005.Obligasi seri B sebesar Rp 350 miliar berjangka waktu 30 bulan dengan bunga yang ditawarkan 0,55-0,65 persen diatas yield SUN FR 0005 dan FR 0002.Obligasi seri C sebesar Rp 350 miliar berjangka waktu 36 bulan dengan bunga yang ditawarkan 0,55-0,65 persen diatas yield SUN FR 0002.Sebagai gambaran, menurut Benny, per 29 Januari, seri A tingkat bunganya dikisaran 13,35-13,45 persen, seri B sebesar 13,2-13,3 persen dan seri C direntang 13,05-13,15 persen.Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah PT ABN-AMRO Asia Securities Indonesia dengan wali amanat PT Bank Mandiri Tbk.Perseroan mayoritas sahamnya sebesar 78,88 persen dimiliki oleh perusahaan asal Jepang Sumitomo Corporation ini.Obligasi ini direncanakan akan dicatatkan di Bursa efek Surabaya (BES) 4 Maret 2006. Sedangkan proses penawaran awal (bookbuilding) 2-9 Februari, masa penawaran 23-27 Februari dan masa penjatahan 28 Februari."Dana hasil emisi obligasi akan digunakan untuk pembiayaan kredit sepeda motor," kata Benny.Pada tahun 2005 perseroan melakukan pembiayaan sebesar Rp 3,2 triliun. Sedangkan pada tahun ini pembiayaan ditargetkan Rp 4,5 triliun dengan 450 ribu kendaraan bermotor.Pangsa pasar perseroan per akhir 2005 sebesar 6 persen, yang akan dinaikkan menjadi 9-10 persen pada tahun ini. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads