Merger Bumi Resources-Energi Baru Penjajakan Awal
Jumat, 03 Feb 2006 11:28 WIB
Jakarta - Rencana merger (penggabungan usaha) PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) diakui masih pada tahap penjajakan awal.Kedua perusahaan tambang yang berada dalam Grup Bakrie ini belum bisa menjelaskan kapan rencana merger terebut terealisasi.Bumi dan Energi memberikan pengakuan ini dalam surat tertulis yang disampaikan ke otoritas Bursa Efek Jakarta (BEJ). "Dalam suratnya yang disampaikan kemarin, mereka mengakui ada pembicaraan yang masih sangat awal, tapi belum ada rencana detail," kata Direktur Pencatatan BEJ Eddy Sugito, di Gedung BEJ, Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (3/2/2006).Sementara Kadiv Pencatatan BEJ, Yose Rizal mengatakan, otoritas bursa baru akan membahas surat keterangan dari kedua perusahaan pada Jumat ini. Langkah selanjutnya baru akan diambil setelah rapat tersebut."Mungkin keputusannya baru keluar hari ini," ungkap Yose.BEJ belum akan melakukan pemanggilan kepada manajemen kedua perusahaan, karena akan mengkaji dulu penjelasan tertulis dari perusahaan."Hearing baru akan dilakukan kalau benar-benar diperlukan," kata Yose. BEJ juga belum memutuskan kapan akan mencabut suspensi kedua emiten yang dihentikan perdagangannya sejak Kamis kemarin (2/2/2006)."Tapi kalau bisa secepatnya suspensi dicabut," kata Eddy.BUMI dan ENRG dikabarkan sudah memasukkan rencana merger ini kepada Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) untuk menjadi perusahaan tambang terbesar. BUMI lebih terkonsentrasi pada pertambangan batu bara dan ENRG pada minyak mentah.
(ir/)











































