Terkait Merger, BEJ Minta Penjelasan Lanjutan dari Energi
Jumat, 03 Feb 2006 15:33 WIB
Jakarta - Setelah menerima penjelasan tertulis mengenai rencana merger dari PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), Bursa Efek Jakarta (BEJ) masih akan meminta penjelasan lanjutan dari Energi sebagai persyaratan untuk membuka kembali perdagangan sahamnya.BEJ hanya meminta penjelasan ke Energi karena emiten inilah yang mengungkapkan rencana awal merger tersebut. "Bursa sedang meminta penjelasan kepada PT Energi Mega Persada Tbk terkait dengan informasi rencana corporate action, sebelum penjelasan itu didapat suspensi belum akan dicabut," kata Kepala Divisi Pencatatan Sektor Riil BEJ, Yose Rizal, Jumat (3/2/2006). Informasi aksi korporasi itu diakui pernah dimuat dalam prospektus Penawaran Umum Terbatas I PT Energi Mega Persada Tbk yang diterbitkan pada tanggal 22 Desember 2005. BEJ menghentikan sementara perdagangan saham kedua emiten ini sejak Kamis kemarin (2/2/2006).BEJ mensuspensi kedua saham tersebut akibat adanya isu kedua perseroan tersebut akan merger. Sementara dalam penjelasannya ke BEJ, kedua emiten mengakui adanya rencana merger tersebut namun masih dalam tahap penjajakan awal.BUMI dan ENRG yang masih ada dibawah Grup Bakrie ini dikabarkan sudah memasukkan rencana merger ini kepada Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) untuk menjadi perusahaan tambang terbesar. BUMI lebih terkonsentrasi pada pertambangan batu bara dan ENRG pada minyak mentah.
(ir/)











































