Layanan Crowdfunding Diluncurkan, UMKM Bisa Dapat Dana Rp 74 T

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 04 Jan 2021 11:26 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan layanan urun dana baru atau penawaran efek berbasis teknologi yang disebut Securities Crowdfunding (SCF). Tujuannya untuk penggalangan dana yang cepat dan mudah buat UMKM yang belum tersentuh bank.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan nilai penggalangan dana tersebut berpotensi mencapai Rp 74 triliun. Nilai tersebut berasal dari total nilai proyek pemerintah yang diperuntukkan bagi 160.000 UMKM yang ada di Indonesia.

"Potensinya untuk proyek-proyek elektronik dengan pemerintah itu Rp 74 triliun jumlahnya dan melibatkan sekitar 160.000 UMKM. Ini potensi yang besar untuk kita raising fund di pasar modal," kata Wimboh dalam acara pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) 2021 yang dilihat virtual, Senin (4/1/2021).

Wimboh menjelaskan UMKM bisa menggalang dana di pasar modal dengan mengandalkan jaminan dari proyek pemerintah yang bersifat aman (secure). Di samping itu, SCF diharapkan bisa menjadi peluang investasi baru bagi investor, terutama anak muda yang memiliki dana investasi terbatas. Investasi maupun penggalangan dana menggunakan SCF dilakukan dengan platform digital sehingga memudahkan prosesnya.

"Ini bagus karena sekarang anak-anak muda yang biasanya piknik, spending, ini ruang piknik dan spending terbatas sehingga silakan uangnya dimasukkan di pasar modal melalui investasi ritel yang kita ciptakan dengan semua elektronik, tidak perlu hadir fisik, menggunakan internet silakan. IPO-nya pun secara elektronik dan investasinya bisa melalui elektronik," ucapnya.

SCF itu dinaungi oleh Asosiasi Layanan Urun Dana Indonesia (ALUDI) yang akan memberikan pendampingan dan perlindungan kepada investor dan melakukan penertiban jika kemudian hari ada pelanggaran market conduct.

"Kita siap bersama pemangku kepentingan lainnya untuk melakukan edukasi kepada masyarakat di daerah-daerah terutama kaum milenial," tandasnya.

(ara/ara)