Tiga Perusahaan Raksasa China Bakal Ditendang dari Bursa AS

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 04 Jan 2021 22:46 WIB
Ilustrasi bendera China/ebcitizen.com
Foto: Internet/ebcitizen.com
Jakarta -

Tiga perusahaan telekomunikasi China bakal ditendang dari New York Stock Exchange (bursa saham Amerika Serikat/AS) bulan ini. Langkah ini mengikuti kebijakan Presiden AS Donald Trump pada akhir tahun lalu melarang orang AS investasi di perusahaan-perusahaan yang dicurigai dikendalikan oleh militer China.

Mengutip CNN, Senin (4/1/2021), tiga perusahaan itu yakni China Mobile (CHL), China Telecom (CHA), dan China Unicom (CHU) semuanya akan ditangguhkan dari NYSE selambat-lambatnya 11 Januari

Sementara itu, Kementerian Perdagangan China mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Beijing akan mengambil langkah untuk melindungi kepentingan perusahaan China. Ketiga perusahaan telekomunikasi tersebut telah diperdagangkan di New York selama bertahun-tahun.

China Mobile, perusahaan telekomunikasi terbesar di negara itu telah terdaftar di New York Stock Exchange sejak 1997. Sementara itu, saingannya China Telecom dan China Unicom telah diperdagangkan di sana sejak awal 2000-an.

Perusahaan menyatakan, hari Senin bahwa mereka belum mendengar dari NYSE tentang kapan mereka akan dihapus dari daftar. Namun, mereka sedang mempertimbangkan langkah-langkah untuk melindungi hak-hak mereka.

Meski volume perdagangan relatif rendah di New York, mereka mengaku bahwa keputusan tersebut dapat mempengaruhi saham yang diperdagangkan di tempat lain.

Hal itu sudah tampak terjadi di Hong Kong, di mana saham di masing-masing perusahaan sempat turun antara 3% dan 5% pada hari Senin.

Kendati perusahaan-perusahaan tersebut mencatatkan sahamnya di New York, bisnis mereka sebagian besar berada di China. Komisi Pengaturan Sekuritas China mengatakan pada hari Minggu bahwa dampak langsung dari delisting akan ialah pertumbuhan perusahaan dan kinerja pasar secara umum.

"Kami dengan tegas mendukung ketiga perusahaan untuk menjaga hak-hak mereka yang sah sesuai dengan hukum, dan yakin mereka mampu menangani dengan baik setiap dampak negatif yang disebabkan oleh perintah eksekutif dan potensi penghapusan pencatatan," kata regulator dalam sebuah pernyataan.

Pentagon sejauh ini telah mengidentifikasi 35 perusahaan yang dikatakan memiliki hubungan dengan militer China, termasuk pembuat chip Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC) dan perusahaan teknologi Huawei.

SMIC membantah memiliki hubungan dengan militer China. Huawei juga dalam berbagai waktu membantah tuduhan AS bahwa hal itu menimbulkan risiko keamanan nasional dan Kementerian Pertahanan China sendiri tahun lalu mengatakan bahwa perusahaan teknologi itu tidak memiliki apa yang disebut latar belakang militer.

(acd/hns)