Apa yang Bikin Saham BEKS Ngebut Naik Hari Ini?

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 12 Jan 2021 16:35 WIB
Karyawan mengamati layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (29/09/2014). IHSG berhasil bertahan di zona hijau hingga akhir perdagangan. Indeks itu ditutup pada level 5.142,01 atau rebound 0,18%,Sektor keuangan menjadi pendorong indeks dengan kenaikan 0,77%.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pergerakan saham PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) hari ini kembali melambung begitu tinggi. Setelah kemarin menguat hingga 34,29%, hari ini saham BEKS tercatat naik 28,7%.

Melansir data RTI, Selasa (12/1/2021) saham BEKS tercatat menguat 27 poin atau naik 2,87% dari posisi penutupan kemarin ke level Rp 121 per lembar.

Saham BEKS hari ini juga sempat menyentuh level tertinggi Rp 125 per lembar. Sementara level terendahnya di posisi Rp 99.

Saham BEKS sudah hingga siang ini sudah diperdagangkan sebanyak 5,86 miliar lembar saham dengan nilai Rp 687,7 miliar.

Menurut Analis Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas saham BEKS begitu moncer karena saat ini harganya terbilang murah. Hal itu terlihat dari rasio Price Book Value (PBV) BEKS).

"PBV sebelum rights issue 18 kali di harga Rp 121. Sekarang balik lagi menjadi 4,34 kali," ucapnya kepada detikcom.

Perusahaan sendiri pada 10 Desember 2020 melakukan aksi korporasi reverse stock split (RSS) dengan rasio 10:1. RSS sendiri kebalikan dari stock split yakin menggabungkan nilai saham, artinya investor yang memegang 10 saham BEKS kepemilikannya berubah menjadi 1 lembar.

Nah hal itu membuat saham BEKS yang tadinya tidur atau berada di level terendah yakni Rp 50 per lembar menjadi Rp 500 per lembar. Menariknya lagi, setelah melakukan RSS manajemen juga melakukan Penambahan Modal melalui Penawaran Umum Terbatas (PUT) VI dan PUT VII Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD), atau rights issue.

Aksi perubahan nilai saham melalui RSS hingga penambahan modal itu menurut Sukarno mengubah rasio PBV BEKS. Jika dilihat sebelum rights issue PBV BEKS begitu tinggi hingga 18 kali. Menurut perhitungannya dengan Book Value Per Share (BVPS) atau Nilai Buku per Lembar Saham di Rp 27,64 saja dengan harga terendah Rp 66 per saham PBV-nya hanya 2,4 kali.

"Sekarang balik lagi menjadi 4,34 kali, dibandingkan sebelum rights issue lebih murah," ucapnya.

Menurutnya dengan rasio PBV yang lebih murah membuat saham BEKS layak dilirik. Meskipun sifatnya spekulasi namun ada potensi kenaikan lebih lanjut lagi.

Analis CSA Research Institute Reza Priyambada juga memandang hal yang sama. PBV yang lebih murah bisa menarik perhatian investor. Di samping itu juga sederet aksi korporasi yang dilakukan perusahaan terbilang cukup ampuh.

"Aksi korporasi dari reverse stock yang dilanjutkan dengan rights issue memberikan sahamnya menarik untuk pelaku pasar, terutama untuk short term trading bagi trader," tuturnya.

(das/dna)