Tak Searah dengan IHSG, Saham BTEL hingga BUMI Merah Semua

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Rabu, 20 Jan 2021 15:55 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini ditutup positif. IHSG menguat 107 poin (1,71%) ke level 6.429. Indeks LQ45 juga ditutup positif dengan naik 25 poin ke level 1.014.

Pada pembukaan perdagangan pagi tadi, IHSG menguat 46 poin ke level 6.334. Sementara indeks LQ45 juga ikut dibuka menguat di level 992,884 poin atau naik 0,3%.

Kemudian pada pukul 09.05 JATS, IHSG mendadak terjun ke zona merah. IHSG turun 14 poin (0,22%) ke level 6.307. Indeks LQ45 masih berada di zona hijau di level 989,632. Namun tak lama, IHSG terus merangkak naik hingga ke penutupan perdagangan sore ini.

Berbeda dengan laju IHSG, ada sejumlah saham yang justru terus negatif, contohnya saham-saham Grup Bakrie. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang sejak beberapa hari lalu terus mengamuk naik, hari ini melempem hingga ke batas bawah di harga Rp 113 per lembar atau turun 6,61%.

Senasib dengan BUMI, saham PT Darma Henwa Tbk yang merupakan anak usahanya juga bertengger di batas bawah seharian penuh, yakni di harga Rp 62 per lembar saham atau turun 6,06%. Kemudian disusul saham PT Bakrie & Brother Tbk (BNBR) yang bergerak di zona merah dan berhenti di harga Rp 52 atau turun 1,89%.

Lalu saham PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk (UNSP) turut merosot 5,59% ke harga Rp 135. Harga saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) juga turun 2,8% ke harga Rp 139 per saham. Sedangkan saham PT Bakrie Telecom (BTEL) yang terancam didepak dari lantai bursa masih betah di level gocap.

Sementara Bursa Amerika Serikat ditutup Menguat. Dow Jones ditutup 30,930.52 (+0.38%), NASDAQ ditutup 13,197.18 (+1.53%), S&P 500 ditutup 3,798.91 (+0.81%). Investor mengantisipasi inagurasi dari Presiden Biden untuk terjadi tanpa kekerasan seperti yang telah terjadi beberapa saat lalu.

Selain itu investor masih menunggu informasi tambahan tentang rencana pemulihan ekonomi dari Presiden Biden melalui US$1.9 tn stimulus. Selain itu Sekretaris Bendahara US, Janet Yellen mengatakan bahwa pemerintah harus mengambil langkah lebih besar lagi dalam membantu perekonomian US.

Dari bursa Asia, dibuka menguat. Investor di Asia fokus pada bunga kredit acuan dari China. Selain itu investor juga terus melihat data Covid-19 dimana beberapa negara telah membatasi pergerakan dari masyarakatnya.

Berikut pergerakan bursa Asia sore ini:

Indeks Nikkei bertambah 391 poin ke 28.633
Indeks Hang Seng naik 779 poin ke 29.642
Indeks Shanghai melemah 29 poin ke 3.566
Indeks Strait Times bertambah 9 poin ke 3.000

(fdl/fdl)