Reksa Dana Bakal Bergairah Lagi

Didukung Pasar Saham & Valas

Reksa Dana Bakal Bergairah Lagi

- detikFinance
Selasa, 07 Feb 2006 15:06 WIB
Jakarta - Membaiknya pasar saham dan pasar uang yang ditandai dengan menguatnya harga saham dan rupiah, akan menghidupkan lagi pasar reksa dana yang tahun lalu tumbang terkena badai redemption (aksi jual besar-besaran).Sementara reksa dana pendapatan tetap diperkirakan baru akan pulih setelah semester I-2006 seiring obligasi pemerintah yang mulai banyak dikeluarkan dan kecederungan positifnya suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI).Demikian penjelasan Dirut PT Mandiri Management Investasi Abiprayadi Riyanto dalam media workshop bertema memahami parameter investasi dan mengukur prospek investasi di Gedung Graha Niaga, Jalan Sudirman Jakarta, Selasa (7/2/2006).Sebelum adanya badai redemption yang terjadi pada September 2005, reksa dana yang menjadi favorit adalah reksa dana pendapatan tetap (fixed income yang berbasis obligasi. Saat itu investor banyak beranggapan reksa dana jenis ini paling aman dan memiliki tingkat pendapatan yang stabil. Namun seiring dengan naiknya suku bunga SBI tahun lalu, pasar reksa dana terkena dampak yang signifikan. Akibat badai redemption itu, Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) mencatat total nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana per akhir 2005 sebesar Rp 28,385 triliun. Padahal pada awal tahun 2005, NAB reksa dana pernah menyentuh Rp 100 triliun lebih.NAB reksa dana sempat turun lagi pada periode Januari 2006 menjadi Rp 27,598 triliun. Namun pada awal Februari hingga Senin kemarin (6/2/2006) sudah terlihat adanya kenaikan lagi menjadi Rp 27,622 triliun.Menurut Abiprayadi, prospek pasar saham tahun ini kemungkinan akan berkembang dari sektor yang peka terhadap interest rate, karena kecenderungan suku bunga yang bergerak positif di 2006 misalnya saham otomotif, konsumer dan properti.Sedangkan untuk sektor energi tetap akan menjadi primadona di tahun 2006 karena naiknya harga sejumlah komoditi tambang. "Kalau suku bunganya turun orang punya daya beli lagi terhadap motor, konsumer, TV dan rumah, kecenderungannya pertumbuhan industri akan bagus," ujarnya.Pertumbuhan investasi di pasar modal akan lebih bergairah dengan membaiknya indikator ekonomi, menurunnya iflasi, menguatnya rupiah dan membaiknya struktur pembiayaan dan keuangan negara. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads