Mandiri Investasi Targetkan Reksa Dana Rp 1,15 Triliun
Selasa, 07 Feb 2006 17:40 WIB
Jakarta - Manajer Investasi, Mandiri Management Investasi (MMI) berupaya memulihkan kinerja perusahaannya yang pada tahun lalu babak belur karena aksi redemption (penarikan) reksa dana besar-besaran. MMI menargetkan pertumbuhan dana kelolaan reksa dana sebesar Rp 1,15 triliun sampai semester satu 2006. Target tersebut berasal dari pertumbuhan reksa dana terstruktur Rp 700 miliar, reksa dana saham Rp 300 miliar dan sisanya dari reksa dana pendapatan tetap."Untuk tahun ini, kita mengandalkan produk reksa dana terstruktur dan reksa dana saham, kita akan terbitkan reksa dana terstruktur dalam semester satu 2006," kata Abiprayadi Riyanto, Direktur Utama MMI.Hal itu diungkapkan Abiprayadi dalam media workshop bertema memahami parameter investasi dan mengukur prospek investasi di Gedung Graha Niaga, Jalan Sudirman Jakarta, Selasa (7/2/2006).Dia menilai, tahun ini, reksa dana terstruktur memiliki prospek perkembangan yang lebih baik dibanding reksa dana pendapatan tetap.Menurut Abiprayadi, reksa dana terstruktur mirip dengan reksa dana terproteksi karena keuntungan dan pengembaliannya diproteksi."Kita tidak bilang reksdana terproteksi tapi terstruktur, reksa dana terproteksi itu kan dipakai sebagai pengalihan MI karena gak bisa bayar (waktu ada redemption)," ujarnya.Pada semester satu ini, MMI juga berencana membuat reksa dana indeks, yang nantinya bisa merefleksikan indeks seperti LQ-45, Jakarta Islamic Index (JII) atau lainnya.Per 31 Desember 2005, dana kelolaan MMI mencapai Rp 275 miliar. Sedangkan periode 31 Desember 2005 sampai 6 Februari 2006 aset pengelolaan tumbuh lagi 47 persen. Pertumbuhan ini terutama dari reksa dana saham dan pasar uang yang menyokong kontribusi terbesar.
(ir/)











































