Stimulus Joe Biden Bikin Wall Street Cetak Rekor

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 22 Jan 2021 09:15 WIB
Bursa Saham Wall Street
Foto: Dok. Reuters
Jakarta -

Indeks S&P dan Nasdaq composite mencatatkan rekor tertinggi pada penutupan perdagangan Kamis (21/1). Pergerakan dua indeks saham ini didorong oleh optimisme pasar terhadap banyaknya bantuan sosial selama pandemi di bawah pemerintahan Joe Biden.

Bantuan yang diberikan pemerintahan Joe Biden ini juga dianggap mendukung pemulihan ekonomi, apalagi data pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) sudah menunjukkan pemulihan.

"Kami memiliki momentum yang sangat kuat memasuki tahun ini dan memasuki pemerintahan Biden. Karena secara umum, prospek stimulus yang lebih besar dan lebih banyak dikeluarkan," kata Mohannad Aama, direktur pelaksana di Beam Capital Management LLC di New York yang dikutip Reuters, Jumat (22/1/2021).

Banyak orang Amerika yang mengajukan lamaran baru untuk mendapatkan tunjangan pengangguran. Angkanya memang masih turun menjadi 900.000 orang. Namun begitu, data menunjukkan sektor perumahan dan manufaktur menjadi penopang perekonomian negeri Paman Sam.

Dow Jones Industrial Average turun 12,37 poin atau 0,04% menjadi 31.176,01. Sementara S&P naik 1,22 poin atau 0,03% menjadi 3.853,07, dan Nasdaq Composite bertambah 73,67 poin atau 0,55% menjadi 13.530,92.

Nasdaq menguat didorong oleh lonjakan saham perusahaan teknologi jumbo seperti Alphabet Inc, Apple Inc, dan Amazon.com Inc. Ditambah lagi kinerja keuangan Netflix yang meledak selama musim work from home (WFH).

"Mengingat kemungkinan lonjakan kasus COVID, investor akan kembali ke pedoman lama yang bekerja dengan baik pada waktu yang sama tahun lalu. Sektor teknologi berkinerja baik dan apapun yang terkait dengan WFH," kata Aama.

(hek/eds)