Mau Jadi Investor Saham Jangan Modal Nekat!

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Minggu, 24 Jan 2021 08:32 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Investasi merupakan salah satu cara untuk menyimpan uang dan mendapatkan keuntungan. Namun dalam berinvestasi dibutuhkan pengetahuan dan analisis yang mendalam.

Apalagi berinvestasi di saham alias pasar modal. Jangan hanya karena artis atau influencer idola lalu langsung membeli saham dengan modal nekat seperti ngutang bahkan sampai ke pinjaman online.

Sebenarnya apa saja sih yang harus diperhatikan sebelum berinvestasi di pasar saham? Berikut berita selengkapnya:

Perencana Keuangan Aidil Akbar mengungkapkan memang ada orang yang nekat menjadi investor saham dengan menggunakan utang.

"Ada banyak kemarin seperti permohonan pinjam uang Rp 100 juta untuk main saham, lalu Rp 170 juta pinjam di pinjol untuk beli 500 lot saham dan ada yang nekat jual mobilnya untuk beli saham," kata Aidil, Sabtu (23/1/2021).

Dia mengungkapkan dalam berinvestasi di saham jangan sampai terjebak dengan pompom atau istilah buzzer di pasar saham agar orang lain tergerak membeli. Aksi buzzer tersebut biasanya membuat orang ramai-ramai beli dan harganya terkerek naik.

"Padahal saham dari perusahaan yang dipromosikan belum tentu memberikan keuntungan, ada yang malah rugi setelah beli saham ini. Entah mereka belajar dari mana investasi saham pakai utang," ujar dia.

Aidil mengungkapkan, dari kasus-kasus yang terjadi memang investasi di saham bukan untuk main-main dan bukan untuk investor pemula.

"Pelajari saham yang mau dibeli dengan baik dan benar. Kuasai analisis teknikal dan fundamental agar mendapatkan harga yang benar dan tepat," jelas dia.

Kemudian jangan sekali-kali berinvestasi menggunakan utang. Karena investasi adalah uang yang tidak dipakai alias uang dingin.

Selanjutnya
Halaman
1 2