Mengekor Bursa Regional, Pasar Saham Jeblok 21 Poin
Rabu, 08 Feb 2006 16:35 WIB
Jakarta - Anjloknya bursa regional seperti Nikkei dan STI Singapura pada penutupan Rabu ini (8/2/2006) menyeret jatuhnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 21,192 poin pada level 1.238,170.Investor internasional melakukan aksi profit taking yang juga diikuti investor di lantai Bursa Efek Jakarta (BEJ).Sebagian besar saham unggulan tumbang karena aksi ambil untung yang juga melanda pasar uang dan membuat rupiah terkoreksi ke level Rp 9.260 per dolar AS.Indeks LQ-45 turun 5,410 poin pada level 273,000, Jakarta Islamic Index (JII) turun 5,019 poin pada level 217,015, Main Board Index (MBX) turun 7,099 poin pada level 338,445 dan Development Board Index (DBX) naik 1,095 poin pada level 249,276.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 24.003 kali, pada volume 1,724 miliar unit saham, senilai Rp 1,947 triliun. Dari jumlah saham yang aktif ditransaksikan, sebanyak 39 saham naik, 82 saham turun dan 60 saham stagnan.Saham-saham yang merosot harganya di top gainer antara lain, Astra Internasional (ASII) turun Rp 600 menjadi Rp 10.250, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 350 menjadi Rp 9.100, Telkom (TLKM) turun Rp 250 menjadi Rp 6.100, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 250 menjadi Rp 4.325 dan Indosat (ISAT) turun Rp 150 menjadi Rp 5.500. Sedangkan saham-saham yang masih mencatat kenaikan harga di top gainer antara lain, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 150 menjadi Rp 4.200, Bakrie Sumatra Plantation (UNSP) naik Rp 35 menjadi Rp 500, Energi Mega Persada (ENRG) naik Rp 30 menjadi Rp 930, Semen Cibinong (SMCB) naik Rp 30 menjadi Rp 660 dan Gajah Tunggal (GJTL) naik Rp 20 menjadi Rp 690.
(ir/)











































