12 BUMN bakal IPO, Apa Saja Ya?

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 04 Feb 2021 15:05 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyiapkan 12 perusahaan negara untuk melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/ IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Itu dilakukan dalam rentang waktu 2021-2023.

Dia menyebutkan BUMN yang akan IPO termasuk di dalamnya anak dan cucu perusahaan. Tapi tidak dijelaskan porsi masing-masing.

"Kita akan me-listing-kan lebih banyak BUMN lagi, anaknya atau cucunya. Di pipeline saya nggak mau bilang angka fix-nya, nanti dicari-cari, tapi ada 8 sampai 12 yang kita akan go public-kan," kata dia dalam seremonial perkenalan nama baru PT Bank Syariah Indonesia Tbk di BEI, Kamis (4/2/2021).

Erick juga masih merahasiakan identitas BUMN-BUMN yang akan dibawa melantai di bursa. Tapi berdasarkan catatan detikcom, ada beberapa perusahaan pelat merah yang sudah mempublikasikan rencana IPO anak usaha. Apa saja?

PT Adhi Karya (Persero) Tbk sudah menyebutkan beberapa anak usahanya akan IPO, yaitu PT Adhi Persada Gedung (APG), PT Adhi Commuter Properti (ACP), PT Adhi Persada Beton (APB).

Perseroan sudah merencanakan IPO anak usaha sejak 2019. Namun, pelaksanaannya tertunda, terlebih ada pandemi virus Corona (COVID-19).

"Karena situasi kondisi market, kemudian juga situasi kondisi daya beli, apalagi pandemi ini semuanya itu tertunda," kata Direktur Utama ADHI Entus Asnawi Mukhson dalam paparan publik secara virtual, di Jakarta, Selasa (15/12/2020).

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) juga berencana melakukan IPO anak usaha, PT Wijaya Karya Realty. Semula itu akan dilaksanakan tahun lalu, tapi kemudian ditunda karena waktu itu masih menunggu pembentukan sub holding BUMN perhotelan.

"Untuk rencana IPO anak usaha setelah dibahas maka rencana IPO Wika Realty akan ditunda," ujar Direktur Keuangan WIKA Ade Wahyu dalam konferensi pers public expose secara virtual, Selasa (25/8/2020).

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo tahun lalu juga mengungkapkan rencana IPO anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, yaitu PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel).

"Ke depan juga dalam berbagai klaster yang ada kita akan lakukan IPO dan strategic partnership seperti contoh di Pertamina, di Telkom di menara yaitu di Mitratel itu akan IPO," kata pria yang akrab disapa Tiko Rabu (16/9/2020).

Terbaru, PT Pertamina (Persero) menyatakan akan melakukan sejumlah aksi korporasi pada tahun ini. Salah satunya, menawarkan saham ke publik.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, IPO anak usaha akan dilakukan di kuartal III atau IV tahun ini. Tapi belum disebutkan secara detail anak usaha yang akan melantai di bursa efek.

"Dan dalam waktu nanti di triwulan III-IV kita akan melakukan IPO di salah satu unit bisnis kita, dan tentunya ini kemudian bisa juga meningkatkan transparansi dan profesionalitas dari unit usaha Pertamina ke depan," katanya dalam acara Energy Corner CNBC Indonesia, Kamis (4/2/2021).

detikcom sudah mencoba mengkonfirmasi ke Kementerian BUMN mengenai 12 BUMN termasuk anak dan cucu perusahaan yang direncanakan IPO. Tapi hingga berita ini dimuat belum ada jawaban.

Lihat juga video: Tips Memilih Properti Potensial Untuk Investasi

[Gambas:Video 20detik]



(toy/zlf)