Saingan TikTok IPO, Raup US$ 5,32 Miliar

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 05 Feb 2021 14:12 WIB
Imbas Virus Corona yang merebak dan menelan ratusan korban jiwa kini mulai menggoyang ekonomi China dan beberapa negara di Asia seperti Jepang. Pasar saham China pun ambruk sejak pembukaan perdagangan.
Foto: AP Photo
Jakarta -

Saham perusahaan aplikasi video pendek Tiongkok Kuaishou, mulai diperdagangkan hari ini di Hong Kong. Perusahaan berhasil mengumpulkan US$ 5,32 miliar dalam penawaran umum perdana (IPO).

Mengutip dari CNBC, Jumat (5/2/2021) Saham Kuaishou melonjak hampir 200% yang harga per sahamnya menjadi 338 dolar Hong Kong. Sebelumnya, perusahaan memberi harga sahamnya 115 dolar Hong Kong.

Ini menandai kemenangan lagi bagi bursa saham Hong Kong yang telah berhasil menarik sejumlah perusahaan teknologi China terkemuka.

Kuaishou didirikan pada tahun 2011 dan dimulai sebagai aplikasi seluler bernama GIF Kuaishou, yang memungkinkan pengguna membuat gambar animasi yang disebut GIF.

Pada 2013 perusahaan menjadi platform video pendek dan pada 2016 menjadi media sosial dengan live-streaming. Aplikasi Kuaishou sekarang memiliki 769 juta pengguna aktif bulanan. Kini perusahaan juga mulai merambah menjadi sebuah e-commerce.

Kuaishou menghasilkan pendapatan 40,68 miliar yuan dalam sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2020 itu naik 49% dari tahun ke tahun. Namun, perusahaan mengalami kerugian pada periode tersebut sebesar 7,24 miliar yuan karena biaya pemasaran membengkak.

Pengguna aktif harian Kuaishou mengalami peningkatan. Kuaishou memiliki 262,4 juta pengguna aktif harian untuk aplikasinya dalam sembilan bulan pertama tahun 2020, naik dari 165,2 juta pada periode yang sama pada 2019. Pengguna pembayaran bulanannya tumbuh menjadi 59,9 juta dari 48,5 juta pada periode tersebut.

Kuaishou menghasilkan uang dari penggunanya dengan berbagai cara. Pertama, streaming langsung yang menjadi penggerak pendapatan utama. Pendapatan streaming langsung sebesar 25,31 miliar yuan dalam sembilan bulan pertama 2020, menyumbang sekitar 62% dari total penjualan.

Kedua, iklan dan pemasaran online. Dari layanan itu menghasilkan 13,34 miliar yuan dalam sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2020, meningkat lebih dari 200% dari tahun ke tahun. Ini menyumbang sekitar 32% dari total pendapatan.

Ketiga, e-commerce dan game. Pengguna dapat membeli item dari streamer online melalui aplikasi Kuaishou. Transaksi pada unit ini senilai 204,06 miliar yuan meningkat lebih dari 1.100%.

Perusahaan ini juga merupakan pesaing Douyin, TikTok versi Cina yang dijalankan oleh raksasa internet ByteDance. Douyin memiliki 600 juta pengguna aktif harian. Tencent, investor utama di Kuaishou, juga telah meluncurkan fitur video pendeknya sendiri di dalam aplikasi perpesanan WeChat.

Lihat juga video 'TikTok, Media Sosial Paling Inovatif 2020':

[Gambas:Video 20detik]



(zlf/zlf)