Perusahaan Malaysia Bidik Pasar Saham RI
Jumat, 10 Feb 2006 11:41 WIB
Jakarta - Pemerintah Malaysia akan mendorong perusahaan asal negaranya untuk listing (tercatat) di bursa efek ASEAN, termasuk Indonesia.Malaysia berkomitmen meningkatkan investasinya yang saat ini ada di urutan empat terbesar.Ambisi Malaysia ini merupakan bagian dari kesepakatan menteri-menteri keuangan ASEAN untuk memajukan dan mempromosikan pasar modal di kawasan ini."Tujuannya adalah untuk meningkatkan saham yang tercatat dan meningkatkan likuiditas, kita akan pastikan bursa di ASEAN menjadi bursa yang kokoh dan menarik bagi investor luar," kata Tan Sri Nor Mohamed Yakcop, Menteri Kewangan (Keuangan) II Malaysia.Hal itu diungkapkan Yakcop di sela acara listing perdana saham PT Malindo Feedmill Tbk, yang merupakan perusahaan pakan ternak terpadu asal Negeri Jiran, di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Jumat (10/2/2006)."Kita berharap di waktu yang akan datang investasi Malaysia akan menjadi lebih besar dari urutan keempat," janji Yakcop.Sejumlah perusahaan Malaysia yang telah berinvestasi di Indonesia antara lain Petronas, Excelcomindo Pratama, CIMB, Telekom Malaysia, dan Khazanah Berhad.Saat ini, ungkap Yakcop, pihaknya akan mempelajari kondisi bursa saham masing-masing negara untuk dijadikan referensi.Sementara kedatanganya ke Indonesia, menurut Yakcop, merupakan bukti komitmen pemerintah Malaysia mendorong perusahaan lokalnya untuk listing di Indonesia."Pemerintah Malaysia akan beri insentif khusus terkait dengan ini," imbuhnya.Ekonomi MalaysiaYakcop juga menjelaskan, kondisi ekonomi negaranya cukup baik. Dia mengaku tidak khawatir terhadap kondisi inflasi saat ini."Kami sedang melakukan penghitungan angka inflasi, tapi saat ini kami tidak khawatir," cetusnya.Inflasi Malaysia sepanjang tahun 2005 dipastikan tidak meleset dari target yang ditetapkan sebesar 3,8 persen dan bugdet defisit 4,5 persen.Sedangkan untuk pertumbuhan ekonomi atau gross domestic product (GDP), sampai kuartal III-2005, menurut Yackop, mencapai 4,3 persen."Sepanjang tahun memang belum dihitung, tapi angkanya kami hitung melebihi angka budget yang kita umumkan Oktober tahun lalu, yakni di akhir tahun diharapkan di atas 5 persen," papar Yackop.
(ir/)











































