Siapin Duit! Ada Unicorn Mau Jual Saham di Bursa

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Kamis, 11 Feb 2021 15:31 WIB
Logo Bursa Efek Indonesia
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Pernah mimpi jadi pemilik perusahaan startup berstatus unicorn? Jangan cuma mimpi, sebentar lagi ada unicorn bakal jual sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Jangan sampai ketinggalan. Siapkan duit dari sekarang. Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengaku sudah bertemu dengan unicorn tersebut sambil membahas proses persiapan untuk go public.

"Ada satu unicorn yang sedang dalam pembicaraan dengan kami untuk IPO (initial public offering)," kata Inarno saat berdiskusi dengan pimpinan media massa secara virtual, Kamis (11/2/20201).

Siapa unicorn tersebut? Saat ini ada lima unicorn di Indonesia, yaitu Gojek, Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, dan OVO.

Unicorn di sini artinya julukan yang diberikan kepada para startup yang telah memiliki nilai valuasi di atas US$ 1 miliar atau setara dengan Rp 14 triliun.

"Mohon maaf kami belum dapat menyampaikan karena masih dalam proses," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna pada kesempatan yang sama.

Menurut Nyoman, unicorn tersebut pada intinya fokus kepada tiga hal sebelum menjual sahamnya ke publik. Pertama, kata dia, adalah masalah aset.

"Selama ini aturan yang ada di BEI adalah yang dihitung aset bersih yang tangible. Nah unicorn ini lebih mementingkan intangible aset. Nanti kita siapkan supaya bisa dimasukkan unsur-unsur lain seperti dari sisi pendapatan dan market capitalization. Peraturannya sedang dalam proses," kata Nyoman.

Kedua, tambah dia, mereka minta sub sektor diperhatikan. Alasannya supaya bisa berkompetisi dengan perusahaan yang punya kemiripan.

"Untuk ini kita sudah bikin IDX Industrial Classification. Nanti unicorn yang masuk bursa ini akan masuk ke sektor teknologi," ujarnya.

Ketiga dan terakhir, para founder dari unicon ini minta dapat hak khusus berupa dual class share, yaitu kelas saham berbeda dengan investor publik.

Tujuannya, saham yang berbeda ini punya nilai yang lebih tinggi ketika mengambil keputusan. "Ini akan kami follow up, dan kami juga sudah komparasi dengan bursa lain di Asia," jelasnya.

Lihat juga Video "Indonesia Akan Punya Satu Unicorn Lagi di Akhir 2019":

[Gambas:Video 20detik]



(ang/hns)