Penguatan Indeks Saham Melambat
Senin, 13 Feb 2006 09:29 WIB
Jakarta -
Transaksi saham di lantai bursa pada awal pekan ini diprediksi masih akan menguat. Namun kenaikan indeks mulai melambat karena investor asing menilai saham di Indoensia sudah lebih mahal dibanding saham negara berkembang lainnya seperti Taiwan.Sentimen positif dari rupiah dan antisipasi lelang surat utang negara (SUN) pada Selasa besok akan masih akan memberikan hawa segar di pasar.Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (13/2/2006) diprediksi bertahan di teritori positif meski terbatas. Pada penutupan Jumat pekan lalu (10/2/2006), IHSG naik 6,465 poin di level 1.253,105. Kenaikan indeks ini karena sentimen positif membaiknya outlook utang pemerintah Indonesia oleh Standard & Poors (S&P).Berikut rekomendasi saham yang diterima detikcom dari perusahaan sekuritas.BNI SecuritiesIndeks saham Jakarta diperkirakan melemah ditengah sepinya sentimen positif. Adanya lelang obligasi pemerintah pada Selasa besok diperkirakan akan membuat perdagangan saham cenderung berjalan lambat dan sepi. Indeks diproyeksikan bergerak pada kisaran 1.249-1.259. Bhakti SecuritiesAkumulasi kenaikan indeks 2 hari terakhir pada pekan lalu mencapai 14 poin masih memiliki potensi kenaikan dibandingkan penurunan tajam 21 poin pada 8 Februari lalu. Namun minimnya posisi saham unggulan yang berada pada kondisi oversold menjadikan indeks rentang terhadap aksi profit taking. Indeks akan kembali bergerak variatif dengan kecenderungan menguat.
(ir/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































