BKPM: Solo Terbaik Dalam Hal Perizinan
Senin, 13 Feb 2006 18:55 WIB
Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) M Luthfi memerlukan datang secara khusus ke Solo untuk melihat langsung pelayanan perizinan satu pintu di Pemkot Solo. Menurutnya pelayanan perizinan Pemkot Solo paling transparan, cepat dan komprehensif di banding kota lain di Indonesia.Luthfi dan rombongannya tiba dari Balaikota Solo, Senin (13/2/2006) pukul 16.00 WIB didampingi Walikota Solo Joko Widodo. Setelah melakukan peninjauan langsung ke unit pelayanan terpadu (UPT) di Komplek Balaikota, Luthfi dan rombongan langsung kemabli ke Jakarta.Sebelum meninggalkan Balaikota Solo, Luthfi memberikan apresiasi untuk kinerja Pemkot Solo dalam menciptakan iklim ramah berinvestasi dengan mempermudah proses perizinan. Dia perlu datang ke Solo karena membutuhkan data valid untuk dilaporkan presiden dalam rapat yang akan dilakukan besok pagi. "Kami kira yang telah dilakukan di Solo ini harus diterapkan juga di daerah lain. Saya yakin prestasi ini akan mendapat perhatian khusus investor PMA maupun PMDN untuk menanamkan modalnya di Solo yang pada tahun 2006 ini kita targetkan mencapai Rp 200 triliun dengan angka pertumbuhan 15,2 persen dari tahun 2005," papar Luthfi.Dikatakannya, sebuah penilitian yang dilakukan oleh LPM UI menyimpulkan memerlukan waktu 180 hari untuk menyelesaikan perizinan di daerah. Namun ternyata Pemkot Solo mampu menyelesaikannya dalam waktu 24 hari kerja.Syarat utama investasi, menurutnya, adalah supremasi hukum, penanganan tenaga kerja, pajak dan pabean, infrastruktur dan perizinan. "Yang bisa dilakukan pemerintahan daerah untuk menciptakan iklim investasi hanyalah perizinan. Yang lainnya menjadi wewenang pusat dan lembaga lain," lanjutnya.Kota Industri JasaLuthfi mengatakan kedepan akan banyak kota yang berorientasi pada bisnis jasa. Dia mencotohkan 'negara kota' Singapura dan juga Jakarta yang saat ini sudah mengarahkan bisnisnya ke pelayanan jasa. Hal tersebut juga akan berlaku di Solo yang memang memungkinkan untuk ke arah itu."Nantinya Solo dan beberapa kota lain di Indonesia juga akan menitikberatkan bisnis ke wilayah tersebut. Investasi yang bisa kami tarik ke kota seperti Solo nantinya akan berkaitan dengan penanaman modal di bidang bisnis jasa. Demikian memang forecasting-nya nanti," papar mantan ketua HIPMI itu.
(mar/)











































