Bakrie Telecom Janji Bukukan Laba Tahun Ini

Bakrie Telecom Janji Bukukan Laba Tahun Ini

- detikFinance
Selasa, 14 Feb 2006 10:14 WIB
Jakarta - Pendatang baru di lantai bursa PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) menargetkan perolehan laba bersih tahun ini sebesar Rp 7,341 miliar dengan pendapatan bersih mencapai Rp 698,321 miliar. Sementara per September 2005, Bakrie Telecom masih mencatat Rp 111,96 miliar.Tahun 2006 ini Bakrie Telecom menargetkan total pelanggan sebanyak 1,351 juta dengan rata-rata pendapatan per unit (ARPU/average revenue per unit) sebesar Rp 72.973. Sedangkan pada akhir 2007 jumlah pelanggan diperkirakan mencapai 3,139 juta dan tahun 2008 mencapai 4,277 juta pelanggan. Sebelumnya, manajemen BTEL menargetkan 5 juta pelanggan tahun 2009. Perseroan menargetkan pendapatan tahun 2007 sebesar Rp 1,608 triliun dan tahun 2008 sebesar Rp 2,568 triliun. Perseroan menggunakan asumsi tingkat inflasi sebesar 10 persen dan pertumbuhan ekonomi 5,5 persen tiap tahunnya.Total aset akhir tahun ini diperkirakan Rp 2,647 triliun. Sedangkan tahun 2007 sebesar Rp 3,214 triliun dan tahun 2008 sebesar Rp 3,976 triliun.Demikian penjelasan Direktur Keuangan Bakrie Telecom Jastiro Abi kepada PT Bursa Efek Jakarta (BEJ), Selasa (14/2/2006).Sementara itu, Dirut BTEL Anindya Bakrie mengatakan, walaupun kalah dalam tender 3G, BTEL akan mengembangkan layanan setingkat 3G yaitu CDMA Evolution Data Optimized (CDMA EVDO). CDMA EVDO ini merupakan teknologi lanjutan dari teknologi CDMA 2000-1x yang sekarang digunakan operator Esia ini. "Teknologi Wideband CDMA di pita frekuensi 1900 Mhz merupakan salah satu kemungkinan untuk itu (3G), namun bukan satu-satunya teknologi yang dapat memberikan layanan data berkecepatan tinggi," kata Anindya. Menurut Anindya, BTEL yang saat ini menggunakan teknologi CDMA membutuhkan dana yang lebih murah untuk meningkatkan layanan menjadi CDMA EVDO dibanding biaya yang dibutuhkan untuk meningkatkan layanan GSM ke CDMA. "Kami tetap menggunakan frekuensi yang sama dan BTS yang sama," jelas Anindya. Sebelumnya, Bakri Telecom kalah dalam tender 3G karena harga yang ditawarkan lebih rendah dibanding dengan Telkomsel, Indosat dan Excelcomindo. Bakrie hanya memasukkan tawaran sebesar Rp 108 miliar untuk satu blok dari tiga blok yang ditawarkan. "Menurut hitungan bisnis kami, harga penawaran Rp 108 miliar merupakan angka optimum untuk dapat menjalankan bisnis 3G dengan sehat," ujar Anindya. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads