Beli Seluruh Saham Publik, Summitplast Tak Ingin Go Private

Beli Seluruh Saham Publik, Summitplast Tak Ingin Go Private

- detikFinance
Rabu, 15 Feb 2006 15:59 WIB
Jakarta - Produsen plastik PT Summitplast Tbk (SMPL), yang saat ini sedang melakukan penawaran tender (tender offer) seluruh saham publik, mengaku tidak akan keluar dari bursa alias go private."Sampai saat ini tidak ada niat untuk go private, sekarang masih dalam tahap penawaran, informasi hasil tender baru keluar dua minggu lagi," kata Direktur SMPL, Johonnes Zaminda Jali dalam publik ekspose yang berlangsung di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Rabu (15/2/2006).Tender offer SMPL, dilakukan oleh pemegang saham mayoritas sebesar 83,8 persen yakni Sumitomo Shoji Chemicals Co.Ltd, yang akan membeli 16,5 persen saham publik atau setara dengan 134.833.000 saham.Harga penawaran tender offer dipatok sebesar Rp 170 per saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Perusahaan menunjuk PT Nikko Securities Indonesia sebagai pelaksana tender tersebut. Periode penawaran tender offer dilakukan pada 10 Februari-13 Maret 2006.Rugi 2005Sementara itu kinerja perseroan tahun 2005 membukukan rugi bersih Rp 4,504 miliar dibanding tahun sebelumnya yang untung Rp 7,574 miliar.Menurut Johannes, rugi bersih ini merupakan kerugian extraordinary karena ditutupnya pabrik I di Legok Tangerang.Atas penutupan pabrik ini, perusahaan mengalami rugi aset sebesar Rp 5 miliar. Sedangkan biaya pembayaran pesangon 250 karyawan yang di PHK (pemutusan hubungan kerja) mencapai Rp 4 miliar. Sehingga total yang dikeluarkan perseroan sebesar Rp 10 miliar atas beban penutupan pabrik itu. Penjualan bersih tahun 2005 sebesar Rp 177,169 miliar, yang turun dibandingkan tahun 2004 senilai Rp 213,726 miliar. Selain karena adanya penurunan produksi, turunnya penjualan juga karena berkurangnya permintaan produk.Laba usaha tahun 2005 turun dari 13,893 miliar menjadi Rp 10,735 miliar. Sedangkan total aset per tahun 2005 naik menjadi Rp 214,792 miliar dari Rp 193,273 miliar di tahun 2004.Untuk tahun 2006, perseroan menargetkan perolehan laba bersih Rp 6,427 miliar dengan penjualan Rp 142,31 miliar. Sedangkan laba usaha diproyeksikan Rp 6,536 miliar.Johannes menilai, untuk tahun 2006, kondisi ekonomi masih pesimistis karena penguatan rupiah juga cukup berdampak bagi perusahaan yang 90 persen produknya secara tidak langsung diekspor dan dijual dalam dolar AS. Perseroan berharap dolar kembali Rp 10.000 per dolar AS. (ir/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads