Kesulitan Bahan Baku, Surya Dumai Akan PHK 1.000 Karyawan
Jumat, 17 Feb 2006 12:16 WIB
Jakarta - Perusahaan kayu lapis, PT Surya Dumai Industri Tbk (SUDI) menghentikan produksi particle board di anak usahanya PT Perawang Lumber Industri pada akhir Februari 2006.Akibat terhentinya produksi ini, perseroan berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sekitar 1.000 orang. Setelah PHK dilakukan, karyawan yang tersisa hanya sekitar 150 orang."Penghentian produksi particle board disebabkan oleh tidak adanya bahan baku limbah kayu dari pabrik kayu lapis," kata Corporate Secretary Surya Dumai, Irwan Aten dalam penjelasannya ke Bursa Efek Jakarta (BEJ), Jumat (17/2/2006).Perusahaan mengaku, saat ini sulit memperoleh bahan baku kayu. Kondisi serupa juga dialami anak usaha PT Barito Pacific Timber Tbk (BRPT) yang juga berbuntut pada PHK karyawannya pada akhir tahun lalu.Menurut Irwan, untuk upaya diversifikasi usaha masih memerlukan kajian yang lebih komperehensif mengingat kondisi cash flow perusahaan yang semakin berat.Untuk rencana PHK ini, manajemen ungkap Irwan, akan melakukan sosialisasi kepada karyawan dan serikat pekerja (SP) pabrik. Selanjutnya, manajemen juga akan melakukan perundingan dan negosiasi dengan SP untuk memperoleh kesepakatan mengenai besarnya hak-hak karyawan. "Bila dapat dicapai kesepakatan antara pekerja dan perseroan maka akan dibuatkan surat perjanjian bersama yang mengatur proses PHK. Bila tidak tercapai, proses PHK akan diteruskan melalui jalur hukum," jelasnya. Sementara itu, Fangiono Group sebagai pemilik mayoritas saham Surya Dumai telah meningkatkan kepemilikan sahamnya menjadi 63,1 persen. Hal ini dilakukan melalui pembelian 400 juta lembar atau sekitar 12,63 persen saham dari Prinsep Management Limited oleh PT Fangiono Perkasa Sejati. Fangiono Group sebelumnya menguasai 50,47 persen melalui PT Fangiono Jayaperkasa per akhir Desember 2005. Sementara, kepemilikan saham Prinsep Management Limited di Surya Dumai turun menjadi 8,42 persen. Transaksi pembelian ini dilakukan pada 6 Februari 2006 dengan harga saham yang dibeli Rp 250 per saham. Pembelian ini dimaksudkan untuk investasi perseroan ke dalam perusahaan industri kayu tersebut. Sementara, harga saham berkode SUDI hingga penutupan sesi I Jumat (17/2/2006) tidak aktif ditransaksikan dan berada pada level Rp 360 per saham.
(ir/)











































