BEJ Akan Buka Suspensi Bimantara dan CMNP Senin
Jumat, 17 Feb 2006 15:21 WIB
Jakarta - Pihak Bimantara, Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) dan Salim akhirnya memberi penjelasan kepada otoritas bursa soal rencana akuisisi. Ketiganya sepakat membantah kabar tersebut.Bantahan ketiganya diberikan kepada Bursa Efek Jakarta yang hari ini mengenakan suspensi atas saham Bimantara dan CMNP."Mereka sudah mengirim jawaban. Mereka bilang belum tahu. Tadi kita sudah terima jawaban dari CMNP, Bimantara dan Salim sendiri juga sudah mengirim jawabab. Dari pihak Salim mereke mengatakan itu cuma rumor," ujar Kadiv Sektor Jasa BE Wan Wei Yong. Yong menambahkan, suspensi atas saham Bimantara dan CMNP kemungkinan baru akan dibuka pada perdagangan Senin, 20 Februari pekan depan. "Karena harus dilaporkan dulu ke direksi. Mungkin Senin baru dibuka," ujar Yong.Sebelumnya, Harian Investor Daily memberitakan, Salim, Peter Gontha dan Indra Rukmana akan mengakuisisi mayoritas saham Bimantara dan CMNP melalui Global Crown Capital (GCC) dengan dukungan dana dari UBS Bank of Singapore. GCC yang merupakan perusahaan kendaraan (Special Purpose Vehicle/SPV) Grup Salim, dikabarkan telah mengajukan proposal pinjaman sebesar US$ 250-US$350 juta ke UBS untuk rencana akuisisi itu.Pemegang saham Bimantara saat ini adalah PT Bhakti Investama Tbk (39,62%), UBS AG Singapura (10,88%), Astroria Developments Ltd (5,58%), pemegang saham pendiri (18,36%) dan pemegang saham minor (25,56%).Pemegang saham pendiri terdiri dari PT Asriland (13,11%), PT Rizki Bukit Abadi (4,14%), PT Matra Teguh Abadi (0,78%), PT Internusa Rizki Abadi (0,32%). Indra Rukmana dan Peter Gontha sendiri memiliki 13,11 persen saham Bimantara melalui PT Asriland.Per 30 September 2005, Bimantara mencatat laba bersih Rp 22,65 miliar. Perusahaan dengan aset Rp 7,7 triliun ini memiliki dua bisnis inti yakni Media & Broadcasting dan telekomunikasi serta portofolio investasi.
(qom/)










































