Saham Tesla Anjlok, Perusahaan Ini Langsung Borong US$ 171 Juta

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 24 Feb 2021 19:57 WIB
CEO Tesla Elon Musk melanggar aturan lockdown dengan membuka kembali pabrik Tesla di Fremont, California, AS. Area parkir pabrik Tesla yang penuh dengan mobil baru.
Foto: AP Photo/Ben Margot
Jakarta -

Ark Invest fund menambah saham di Tesla sebanyak US$ 171 juta pada Selasa. Penambahan ini dilakukan ketika saham Tesla menurun tajam dan berada di level US$ 700 untuk pertama kalinya pada 2021.

Dikutip dari Reuters, pembelian saham Tesla ini dilakukan dalam tiga tahap. Pertama sebesar US$ 124 juta, kedua US$ 39 juta dan terakhir US$ 8 juta.

Pada hari yang sama Ark Invest juga menjual saham Taiwan Semiconductor senilai US$ 126 juta. Saat ini ARK Invest memegang sekitar 0,5% saham Tesla.

Pada Rabu saham Tesla tercatat naik 2,6% pada Rabu setelah hari sebelumnya merosot 13,4%. Hal ini karena Tesla terseret kerugian besar akibat anjloknya harga bitcoin.

ARK memang membidik saham-saham perusahaan yang memiliki momentum tepat dan perusahaan yang sedang ramai diperbincangkan.

Dikutip dari BBC penurunan saham Tesla sebelumnya dikaitkan dengan turunnya nilai bitcoin beberapa hari belakangan ini. Bitcoin sendiri menjadi seakan terikat dengan Tesla karena perusahaan telah membeli bitcoin senilai US$ 1,5 miliar dan berencana uang kripto itu diizinkan untuk transaksi membeli mobil listriknya.

Analis Wedbush Securities Dan Ives mengungkap penurunan nilai bitcoin mungkin telah mendorong beberapa investor Tesla untuk menjual saham mereka.

Sebelumnya, nilai bitcoin melonjak hampir 50% dalam beberapa minggu setelah Tesla mengungkapkan telah membeli US$ 1,5 miliar dari mata uang tersebut dan berencana untuk menerimanya sebagai pembayaran. Tetapi sejak naik di atas US$ 57.000 cryptocurrency itu turun hampir 20% dan kini menjadi kurang dari US$ 48.000.

(kil/zlf)