Saham Sony Merosot Gara-gara PS3
Selasa, 21 Feb 2006 13:23 WIB
Jakarta - Peluncuran produk andalan Sony, PlayStation 3 (PS3) kemungkinan mundur dari jadwal semula jika spesifikasi industri teknologinya tidak segera dirampungkan. Kabar soal kemungkinan mundurnya peluncuran PS3 pun langsung menghantam harga saham Sony.Generasi ketiga PS ini menawarkan permainan, pemutar musik dan bisa digunakan untuk menonton film. Produk ini diluncurkan untuk melawan rivalnya yakni Xbox 360 dan Nintendo Revolution."Kita inginnya diluncurkan saat musim semi, tapi kita belum mengumumkan wilayahnya secara spesifik," ujar juru bicara Sony Computer Entertainment seperti dilansir BBC, Selasa (21/2/2006).Juru bicara itu menyatakan, Sony tengah menunggu spesifikasi akhir yang ditentukan oleh konsorsium industri untuk beberapa teknologi PS3 seperti penghubung ke Blu-ray disc drive serta input dan output video dan suara."Kita masih menantikan itu hingga menit-menit terakhir. Namun peluncuran PS3 bisa mundur jika mereka tidak segera memutuskannya," ujar juru bicara tersebut.Setelah kabar tersebut, saham Sony ditutup melemah hingga 3,64 persen pada perdagangan Senin (20/2/2006) di Bursa Saham Tokyo. Namun pada awal perdagangan Selasa (21/2/2006), saham Sony sudah membaik dengan mencatat kenaikan hingga 1,7 persen menjadi 5.390 yen. Analis senior dari Nomura Securities, Yuta Sakurai berharap PS3 bisa diluncurkan pada awal musim panas yang bertepatan dengan hari libur anak-anak sekolah di Jepang pada Juli. Sementara analis lainnya memperkirakan peluncuran PS3 di AS tidak akan dilakukan hingga hari Thanksgiving pada November mendatang. Sementara peluncuran di Eropa diperkirakan baru terjadi tahun 2007."Tidak ada seorang pun yang berpikir lagi secara serius peluncuran di musim semi adalah hal realistis," ujar analis dari KBC Securities, Hiroshi Kamide."Jika peluncuran (PS3) ditunda, akan menguntungkan secara jangka pendek namun akan memberi dampak negatif dari sisi harga saham. Jika tepat waktu, PS3 akan membebani keuntungan perusahaan," ujar analis dari Merril Lynch, Hitoshi Kuriyama.
(qom/)











































