Semen Gresik Tidak Mau Stock Split Hingga 5 Tahun ke Depan

Semen Gresik Tidak Mau Stock Split Hingga 5 Tahun ke Depan

- detikFinance
Jumat, 24 Feb 2006 16:05 WIB
Jakarta - Perusahaan semen terbesar di Indonesia, PT Semen Gresik Tbk (SMGR) menegaskan tidak akan melakukan stock split (pemecahan nilai nominal) saham hingga 5 tahun ke depan.Meskipun harga sahamnya dinilai sudah tinggi yang kini di level Rp 23.000-an, perseroan mengaku, stock split bukan menjadi prioritas utama."Dalam jangka panjang atau 5 tahun ke depan, manajemen menilai stock split bukan prioritas utama," kata Direktur Keuangan Semen Gresik, Cholil Hasan kepada detikcom, Jumat (24/2/2006).Menurut Cholil, meskipun kebijakan stock split cukup logis saat ini, manajemen tidak akan melakukannya, karena ingin mempertahankan share holder value bagi pemegang saham.Berdasarkan analisa sejumlah investment banking asing, menurut Cholil, harga saham Semen Gresik diperkirakan bisa mencapai Rp 28.000 per saham."Jadi itu cuma ulah spekulan saja yang menghembuskan rumor stock split," ucap Cholil.Stock split, kata Cholil, merupakan kebijakan manajemen karena terkait aksi korporasi. Sehingga pemegang saham tidak ikut dalam kebijakan ini kalau nantinya akan dilakukan.Saat ini, ungkap Cholil, perseroan memprioritaskan dua hal penting ketimbang stock split. Pertama, pembangunan pabrik baru, dan kedua, sinergi atau restrukturisasi holding."Feasibility study pabrik baru sedang tahap finalisasi, kita harapkan 3-4 minggu lagi selesai dan bisa dimintakan persetujuannya dalam RUPST mendatang," tutur Cholil. Pemegang saham Semen Gresik per 31 Januari 2006 adalah, pemerintah Indonesia 51,01 persen, Cemex Asia Holdings 25,53 persen dan sisanya dimiliki publik. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads