Kejatuhan Saham PGN Seret IHSG Turun 8 Poin
Jumat, 24 Feb 2006 16:36 WIB
Jakarta - Merosotnya harga saham unggulan Perusahaan Gas Negara (PGN) menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 8,024 poin ke level 1.216,140.Keluarnya laporan JP Morgan, yang mengatakan kenaikan saham PGN dalam bulan ini terlalu cepat, membuat investor ramai-ramai melakukan aksi ambil untung (profit taking).Belum munculnya sentimen positif, juga membuat saham unggulan lainnya ikut terhempas. Seperti turunnya saham Bank Mandiri karena kekhawtiran investor terhadap laporan keuangan 2005 yang belum bagus.Indeks LQ-45 turun 2,081 poin ke level 266,187, Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,222 poin ke level 215,402, Main Board Index (MBX) turun 2,251 poin ke level 332,429 dan Development Board Index (DBX) turun 1,380 poin ke level 244,812.Perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi sebanyak 10.791 kali, dengan volume 1.455.466 lot saham, senilai Rp 763,377 miliar. Sebanyak 40 saham naik, 58 saham turun dan 264 saham stagnan.Saham-saham yang anjlok harganya di top losser antara lain, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 800 menjadi Rp 9.550, Astra Internasional (ASII) turun Rp 200 menjadi Rp 9.500, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 60 menjadi Rp 1.610, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 75 menjadi Rp 3.100 dan Bumi Resources (BUMI) turun Rp 20 menjadi Rp 820.Sedangkan saham-saham yang masih mencatat kenaikan harga di top gainer antara lain, Telkom (TLKM) naik Rp 100 menjadi Rp 6.150, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 100 menjadi Rp 6.000, Berlian Laju Tanker (BLTA) naik Rp 90 menjadi Rp 1.410, United Tractors (UNTR) naik Rp 75 menjadi Rp 3.975 dan Kalbe Farma (KLBF) naik Rp 20 menjadi Rp 1.340.
(ir/)











































