Moody's Akan Naikkan Peringkat RI, IHSG Melesat 19 Poin
Senin, 27 Feb 2006 16:40 WIB
Jakarta -
Rencana lembaga pemeringkat internasional, Moody's menaikan peringkat utang Indonesia, memberi sentimen positif ke lantai bursa. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan Senin (27/2/2006) langsung melesat 19,283 poin ke level 1.235,423."Rencana Moodys menaikkan rating terutama berimbas pada saham sektor perbankan yang kenaikannya memberi kontribusi besar ke indeks," kata Alfiansyah, analis dari Sinarmas Securities, Senin (27/2/2006).Moody's memandang Indonesia berhak mendapatkan kenaikan peringkat karena membaiknya keuangan pemerintah.Moody's akan mengkaji obligasi pemerintah dalam mata uang lokal dan asing yang saat ini mendapat peringkat "B2", batas simpanan bank dalam mata uang asing yang kini mendapat peringkat "B3". Sementara petunjuk untuk mata uang lokal masih tetap di "Baa2" dan tidak akan di-review. Stabilnya rupiah yang kini di level Rp 9.265 per dolar AS dan sentimen positif dari kenaikan bursa regional ikut memicu kenaikan indeks saham.Indeks LQ-45 naik 5,249 poin pada level 271,436, Jakarta Islamic Index (JII) naik 3,299 poin pada level 218,701, Main Board ndex (MBX) naik 5,782 poin pada level 338,211 dan Development Board Index (DBX) naik 1,793 poin pada level 246,605.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 13.884 kali dengan volume 1,065 miliar unit saham, senilai Rp 1,250 triliun. Dari jumlah saham yang aktif ditransaksikan, sebanyak 72 saham naik, 41 saham turun dan 72 saham stagnan.Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 200 menjadi Rp 3.300, Astra Internasional (ASII) naik Rp 200 menjadi Rp 9.700, Indosat (ISAT) naik Rp 150 menjadi Rp 5.150, Telkom (TLKM) naik Rp 100 menjadi Rp 6.250 dan Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 100 menjadi Rp 9.650.Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, International Nickel Indonesia (INCO) turun Rp 50 menjadi Rp 15.900, Matahari Putra Prima (MPPA) turun Rp 30 menjadi Rp 790, Berlian Laju Tanker (BLTA) turun Rp 10 menjadi Rp 1.400, Bakrie Sumatra Platantion (UNSP) turun Rp 10 menjadi Rp 590 dan Kawasan Industri Jababeka (KIJA) turun Rp 5 menjadi Rp 110.
(ir/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































