Diawasi Seperti Kasus Jack Ma, Saham Tencent Rontok

Tim detikcom - detikFinance
Senin, 15 Mar 2021 17:57 WIB
Tencent
Foto: istimewa
Jakarta -

Saham Tencent Holdings rontok selama dua hari terakhir menyusul pengawasan regulator ke perusahaan besutan Pony Ma tersebut. Sahamnya hari ini turun lebih dari 4% di Hong Kong, menyusul penurunan 4,4% sebelumnya di hari Jumat.

Mengutip Bloomberg, Senin (15/3/2021), sumber mengatakan, regulator keuangan besar China kini tengah melihat Tencent sebagai target berikutnya untuk peningkatan pengawasan setelah sebelumnya diterapkan pada Ant Group milik Jack Ma. Seperti Ant, Tencent mungkin akan diminta untuk mendirikan perusahaan induk keuangan untuk memasukkan layanan perbankan, asuransi dan pembayarannya.

Pengawasan ini dipicu oleh penghapusan US$ 62 miliar nilai bisnis fintech Tencent baru-baru ini. Menurut perkiraan analis Bernstein dan Robin Zhu, bisnis fintech dan pembayaran digital Tencent bernilai antara US$ 105 miliar hingga US$ 120 miliar.

"Kami pikir dapat dikatakan bahwa bisnis fintech Tencent sekarang bernilai hampir nol," tulis analis Bernstein dalam laporan penelitian.

"Ini penting, karena ini menyiratkan setiap penurunan lebih lanjut dari sini pada dasarnya akan menyiratkan penurunan peringkat kelipatan Tencent." sambungnya.

Pengawasan terhadap Tencent akan menandai peningkatan kampanye China melawan ekspansi raksasa teknologinya yang sepertinya tidak terkekang. Perdana Menteri Li Keqiang berjanji di Kongres Rakyat Nasional awal bulan ini untuk memperluas pengawasan teknologi keuangan, memberantas monopoli, dan mencegah ekspansi modal yang tidak diatur.

"Pada akhirnya kami mempertimbangkan risiko regulasi yang dihadapi Tencent dalam cahaya yang sangat berbeda dengan situasi yang dihadapi Alibaba," kata analis Bernstein.

"Lebih penting lagi, kami berpendapat bahwa posisi kompetitif Tencent dalam bisnis utamanya tetap sangat solid, dengan relatif sedikit pesaing yang terlihat jelas dalam bisnis inti yang menghasilkan laba."

Seperti diketahui, pemerintah China mengumumkan rancangan peraturan untuk perusahaan pemberi pinjaman online. Peraturan baru pemerintah China juga dimaksudkan untuk mencegah monopoli internet. Langkah tersebut sempat membuat takut investor dan merugikan saham perusahaan teknologi China seperti Alibaba dan Tencent.

(eds/ang)