Laju Wall Street Diwarnai Saham Bank yang Berguguran

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 30 Mar 2021 10:06 WIB
Pusat bisnis di New York, Wall Street terlihat kosong melompong sebagai dampak
 pandemi Covid-19, Minggu (29/3/2020).
Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency
Jakarta -

Wall Street ditutup beragam, Senin (29/3) sore. Dengan saham-saham bank anjlok di tengah peringatan potensi kerugian dari default dana lindung nilai (hedge fund) pada margin call. Sementara optimisme ekonomi masih cukup menguat.

Mengutip dari Reuters, Selasa (30/3/2021) Dow Jones Industrial Average naik 103 poin, atau 0,31% menjadi 33.175,88, S&P 500 kehilangan 4,21 poin, atau 0,11% menjadi 3.970,33 dan Nasdaq Composite turun 102,52 poin, atau 0,78% menjadi 13.036,21.

Kenaikan indeks Dow Jones diangkat oleh saham pembuat pesawat Boeing Co naik 1,9% setelah perusahaan mencapai kesepakatan dengan maskapai penerbangan AS Southwest Airlines Co untuk varian pesawat 737 MAX.

Bank Nomura dan Credit Suisse menghadapi kerugian miliaran dolar setelah dana lindung nilai AS, yang dinamai oleh sumber sebagai Archegos Capital, gagal dalam margin call.

Saham Morgan Stanley turun 2,5% setelah Financial Times melaporkan pihaknya juga telah menjual miliaran saham, sementara indeks bank merosot sekitar 1,9%.

Discovery Inc, ViacomCBS, saham Baidu dan VIPShop yang terdaftar di AS, semuanya terkait dengan Archegos diprediksi akan lebih rendah, memperpanjang kerugian baru-baru ini.

Nasdaq akan mencatat penurunan bulanan pertama dalam lima bulan, sementara S&P 500 dan Dow menuju kenaikan bulanan kedua berturut-turut.



Simak Video "Wall Street Ikut 'Terinfeksi' Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)