Dolar AS Ngamuk Lagi! Bisa Tembus Rp 15.000?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 31 Mar 2021 14:37 WIB
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini masih berada di level Rp 14.100. Dolar AS sempat tersungkur dari level Rp 14.500an hingga ke Rp 14.119 pada Sabtu pekan lalu.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menguat menuju level Rp 14.500 pagi tadi. Penguatan the greenback ini diramal masih akan terjadi dalam waktu dekat, bahkan bukan tidak mungkin menyentuh level Rp 15.000.

Menurut Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi pergerakan dolar AS menuju Rp 15.000 akan sangat mudah. Apalagi bila Presiden AS Joe Biden kembali menebar stimulus lanjutan untuk sektor infrastruktur senilai US$ 3-4 triliun.

Hal itu dinilai akan kembali meningkatkan yield obligasi di AS. Ujungnya menguatkan nilai tukar mata uang dolar AS karena banyak investor menyuntik dananya ke mata uang dolar melalui obligasi.

"Oh jelas ini bisa saja ke Rp 15.000, kan isunya di sana stimulus infrastruktur. Kalau itu diteken sama Presiden Joe Biden ya makin kuat lah dolar ini. Itu cukup signifikan," kata Ibrahim kepada detikcom, Rabu (31/3/2021).

Kemungkinan waktunya juga tak lama lagi, Ibrahim menilai beberapa minggu ini apabila stimulus resmi diteken Biden, maka dolar AS akan meroket ke level Rp 15.000.

"Ini kayaknya cuma itungan minggu aja, kalau itu stimulus diteken udah pasti makin naik," ujar Ibrahim.

Sama seperti Ibrahim, pengamat pasar modal Ariston Tjendra menyatakan bila perekonomian AS terus bergeliat dan mendorong yield obligasi meroket, maka nilai tukar dolar bisa menuju level Rp 15.000.

Terlebih lagi dia menilai data perekonomian Indonesia masih belum cukup baik bagi para investor untuk menyuntik dana ke Indonesia.

"Bisa ke angka segitu Rp 15.000 apalagi kalau ini pemulihan ekonomi dan yield obligasi terus-menerus naik ya. Ini kondisi Indonesia juga masih belum ada tanda perbaikan," kata Ariston

"Kalau waktunya ini bisa sebulan ya mencapai Rp 15.000, ini konsolidasi di Rp 14.500 aja cukup lama," tambahnya.

Simak juga '10 Maret, Dolar AS 'Perkasa' Tapi Dibungkam Rupiah':

[Gambas:Video 20detik]



(hal/ang)