Wall Street Loyo Menanti Data Inflasi dan Kinerja Emiten

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 13 Apr 2021 08:09 WIB
Pusat bisnis di New York, Wall Street terlihat kosong melompong sebagai dampak
 pandemi Covid-19, Minggu (29/3/2020).
Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency
Jakarta -

Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street mengakhiri perdagangan lebih rendah pada Senin. Hal itu dikarenakan investor menunggu tentang perkembangan ekonomi yang lebih lanjut dari laporan keuangan perusahaan dan data inflasi pekan ini.

Dilansir dari Reuters, Selasa (13/4/2021), Indeks Dow Jones Industrial Average terpangkas 55,20 poin atau 0,16%, menjadi ditutup di 33.745,40 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 0,81 poin atau 0,02%, menjadi berakhir di 4.127,99 poin. Indeks Nasdaq Composite berkurang 50,19 poin atau 0,36%, menjadi menetap di 13.850,00 poin.

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor consumer discretionary terdongkrak 0,56% atau memimpin kenaikan. Sementara itu, layanan komunikasi dan sektor energi tergelincir 0,94% dan menjadi kelompok dengan kinerja terburuk.

Indeks telah ditutup di rekor tertinggi pada Jumat (9/4/2021), setelah reli selama berhari-hari karena kemunduran dalam imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun dari tertinggi 14 bulan.

Dengan data harga konsumen AS untuk Maret yang akan dipublikasikan Selasa waktu setempat, ini dapat mendorong imbal hasil obligasi pemerintah lebih tinggi. Nama-nama besar Wall Street akan memulai musim laporan keuangan pada Rabu (14/4/2021), memberikan katalis baru untuk membeli atau menjual saham di pasar tertinggi.

"Investor sekarang akan mencermati musim laba, karena ini adalah waktu di mana mereka mengharapkan bimbingan dari perusahaan, di mana valuasi mulai menjadi masalah lagi," kata Analis Pasar Senior di OANDA, Ed Moya.

Menurut data IBES Refinitiv, penghasilan S&P 500 diperkirakan telah melonjak 25% pada kuartal pertama dari tahun lalu. Itu akan menjadi keuntungan kuartalan terbesar sejak 2018, ketika pemotongan pajak di bawah mantan Presiden Donald Trump mendorong pertumbuhan laba.

Bank termasuk yang pertama melaporkan pendapatan untuk kuartal pembukaan 2021, dengan Goldman Sachs, JPMorgan dan Wells Fargo yang akan dirilis pada Rabu (14/4). Indeks sektor keuangan dan consumer discretionary kompak mencapai rekor tertinggi di tengah kepercayaan kedua area tersebut saat ekonomi AS dibuka lagi.

"Optimisme membaik sekarang bahwa bank-bank ini akan kembali normal, dengan pembelian kembali dan dividen, dan karena prospek imbal hasil Treasury, mereka akan memiliki pandangan yang lebih baik ke depan," kata Moya.

Tesla Inc naik 3,7% setelah Canaccord Genuity merekomendasikan beli saham pembuat mobil listrik itu dengan mengatakan perusahaan itu bisa menjadi merek dalam penyimpanan energi.

Nvidia Corp melonjak 5,6% setelah pada Senin mengatakan akan membuat chip prosesor server yang secara langsung akan menantang Intel Corp. Kemudian saham Nuance Communications Inc juga melonjak 16% setelah Microsoft Corp mengatakan akan membeli perusahaan pengenal suara tersebut seharga US$ 19,7 miliar.

(aid/eds)