Kasus Pembekuan Darah Imbas Vaksinasi di AS Bikin Wall Street Ngerem

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 14 Apr 2021 09:06 WIB
Pusat bisnis di New York, Wall Street terlihat kosong melompong sebagai dampak
 pandemi Covid-19, Minggu (29/3/2020).
Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency
Jakarta -

Program vaksinasi di Amerika Serikat (AS) telah membuat Wall Street naik tinggi karena adanya prospek pemulihan ekonomi. Namun ada beberapa gangguan besar yang membayangi rasa optimistis itu sehingga membuat investor kembali menginjak rem.

Gangguan besar itu di antaranya, AS mendesak penghentian vaksinasi dari Johnson & Johnson. Lalu, inflasi di AS dilaporkan naik cukup tinggi yang membuat investor khawatir hal itu dapat menyebabkan kenaikan suku bunga dari Federal Reserve.

Para investor terlihat tidak panik ketika mendengar laporan inflasi tersebut. Tapi tentu laju inflasi yang tinggi tidak disukai di Wall Street.

Melansir CNN, Rabu (14/4/2021), indeks Dow Jones ditutup melemah 0,2%, atau tuurn 66 poin. Sementara dua indeks utama lainnya berakhir di zona hijau, indek S&P 500 mencatat rekor tertinggi baru, ditutup lebih tinggi 0,3%, sedangkan Nasdaq Composite (COMP) ditutup naik 1,1%.

Sementara saham Johnson & Johnson (JNJ) turun 1,3%. Hal itu disebabkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS dan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS merekomendasikan agar menghentikan penggunaan vaksin Covid-19 milik Johnson & Johnson setelah ditemukannya 6 kasus pembekuan darah yang langka dan parah di AS.

Vaksin Johnson & Johnson diharapkan dapat membantu Amerika Serikat meningkatkan program vaksinasi lebih cepat, sebab vaksinnya hanya membutuhkan 1 kali suntikan dosis untuk 1 orang. Berbeda dengan dua vaksin lain yakni Pfizer dan Moderna yang membutuhkan dua dosis vaksin untuk setiap 1 orang.

Laporan temuan 6 kasus pembekuan darah sebenarnya termasuk dalam skala yang sangat kecil. Sebab vaksin J&J sudah disuntikkan lebih dari 6,8 juta dosis di AS.

Sementara kinerja saham penyedia vaksin lain beragam. Saham AstraZeneca (AZN) ditutup turun 0,5%, sementara saham Moderna (MRNA) ditutup naik lebih dari 7% lebih. Saham Pfizer (PFE) naik 0,5%.



Simak Video "Wall Street Ikut 'Terinfeksi' Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(das/zlf)