Bernie Madoff Si Raja Ponzi Meninggal Dunia

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 14 Apr 2021 22:37 WIB
FILE - In this March 10, 2009, file photo, former financier Bernie Madoff leaves federal court in Manhattan, in New York. Madoff, the financier who pleaded guilty to orchestrating the largest Ponzi scheme in history, has died in prison, a person familiar with the matter tells The Associated Press. (AP Photo/David Karp, File)
Bernard Madoff si Raja Ponzi meninggal dunia/Foto: AP/Louis Lanzano
Jakarta -

Bernard Madoff yang dihukum karena melakukan penipuan dengan skema Ponzi terbesar dalam sejarah, meninggal dunia pada Rabu (14/4). Pria yang beken dipanggil Bernie Madoff ini mengembuskan napas terakhir di penjara federal di mana dia menjalani hukuman 150 tahun.

Mengutip Reuters, Rabu (14/4), pria berusia 82 tahun itu menderita gagal ginjal kronis dan beberapa penyakit medis lainnya. Madoff menghabiskan sisa hidupnya di penjara federal di Butner, North Carolina setelah dijatuhi hukuman 150 tahun penjara pada Juni 2009. Hukuman diberikan karena rekayasa penipuan yang diperkirakan mencapai US$ 64,8 miliar.

Ada ribuan korban Madoff, mulai dari besar hingga kecil, termasuk individu, badan amal, dana pensiun, dan dana lindung nilai. Beberapa korban kehilangan segalanya. Banyak yang berasal dari komunitas Yahudi, di mana Madoff pernah menjadi dermawan utama.

Kejahatan Bernard Madoff diungkapkan kepada pihak berwenang pada tahun 2008 oleh kedua putranya. Penipuan yang dilakukan ayahnya mengungkap lubang di Komisi Sekuritas dan Bursa AS.

Madoff mengatakan penipuannya dimulai pada awal 1990-an, tetapi jaksa dan banyak korban percaya itu dimulai lebih awal. Para investor terpesona oleh keuntungan tahunan dua digit yang tampaknya dihasilkan Madoff, dan yang menurut orang lain mustahil untuk dijelaskan atau ditiru.


Uang tersebut membantu Madoff dan istrinya, Ruth menikmati kemewahan seperti penthouse Manhattan, vila Prancis, serta mobil dan kapal pesiar mahal, dengan total kekayaan bersih sekitar US$ 825 juta.

Tetapi tidak ada seorang pun dari keluarga dekat Bernard Madoff yang berada di ruang sidang Manhattan ketika Hakim Distrik AS Denny Chin menghukumnya. Tidak ada keluarga, teman, atau pendukung yang mengirimkan surat yang membuktikan karakter baik atau perbuatannya untuk mendukung keringanan hukuman dari kasus skema ponzi tersebut.

"Saya percaya ketika saya memulai masalah ini, kejahatan ini, bahwa itu akan menjadi sesuatu yang dapat saya selesaikan, tetapi itu menjadi tidak mungkin," kata Bernard Madoff di pengadilan kala itu.

"Sekeras yang aku coba, semakin dalam aku menggali diriku sendiri ke dalam lubang," sambungnya.

Madoff juga berbicara kepada para korban yang hadir dalam sidang dengan menyampaikan permintaan maaf walaupun dia tahu hal itu tidak membantu para korban.

(toy/hns)