Tunggu Laporan Keuangan, IHSG Bergerak Malas-malasan

Tunggu Laporan Keuangan, IHSG Bergerak Malas-malasan

- detikFinance
Senin, 06 Mar 2006 16:52 WIB
Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) hanya bergerak tipis karena pelaku pasar menantikan keluarnya laporan keuangan tahun 2005. IHSG pun diprediksi akan terus bergerak tipis hingga musim laporan keuangan.Pada penutupan perdagangan Senin (6/4/2006), IHSG ditutup menguat tipis 1,425 poin (0,11 persen) pada level 1.262,690. Hampir selama perdagangan hari ini, IHSG bergerak di teritori negatif."Pasar masih cenderung stagnan dan bergerak tipis sampai laporan keuangan keluar. Disamping itu, isu-isu tidak ada yang berkembang terlalu signifikan," ujar analis dari Sinarmas Securities, Alfiansyah.Sementara indeke LQ 45 turun tipis 0,068 poin pada level 278,294, JII turun tipis 0,635 poin pada level 223,462, MBX turun 0,302 pada level 344,793 dan DBX naik 3,113 pada level 255,656.Perdagangan di pasar reguler mencatat 15.079 kali transaksi pada volume 2.705.890 lot dengan nilai Rp 986,691 miliar. Sebanyak 54 saham naik, 50 saham turun dan 64 saham stagnan.Saham-saham yang berhasil mencatat kenaikan harga di top gainer antara lain Semen Gresik (SMGR) naik Rp 500 menjadi Rp 24.500, Astra International (ASII) naik Rp 250 menjadi Rp 10.450, PGN (PGAS) naik Rp 100 menjadi Rp 9.600, BRI (BBRI) naik Rp 75 menjadi 3.450 dan PT BA naik Rp 75 menjadi Rp 2.225.Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Telkom (TLKM) turun Rp 200 menjadi Rp 6.250, International Nickel (INCO) turun Rp 100 menjadi Rp 17.700, BCA (BBCA) turun Rp 50 menjadi Rp 3.725, Bank Danamon (BDNM) turun Rp 50 menjadi Rp 4.250 dan Medco Energi (MEDC) turun Rp 25 menjadi Rp 4.075.Sementara untuk saham rokok justru mengalami penurunan setelah pemerintah mengumumkan rencana kenaikan harga jual eceran (HJE) sebesar 10 persen. Misalnya saja Gudang Garam (GGRM) yang justru turun Rp 200 menjadi Rp 11.100. Menurut Alfiansyah, GGRM justru turun karena kenaikan HJE dikhawatirkan akan menurunkan daya beli. Dua saham rokok lainnya yakni Bentoel dan HM Sampoerna kini tak lagi diperhitungkan mengingat tidak likuidnya saham. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads