Data Ini Bikin Wall Street Cetak Rekor!

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 16 Apr 2021 08:56 WIB
Pusat bisnis di New York, Wall Street terlihat kosong melompong sebagai dampak
 pandemi Covid-19, Minggu (29/3/2020).
Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency
Jakarta -

Wall Street mencatat rekor tertinggi karena adanya peningkatan pada sejumlah saham teknologi. Penyebabnya adalah turunnya imbal hasil obligasi dan penjualan ritel di Amerika Serikat (AS) yang mulai meningkat.

Perdagangan pada indeks Dow Jones Industrial ditutup 34.035,99 naik 0,9% atau sekitar 305,1 poin. Kemudian indeks S&P 500 menjadi 4.170,42 naik 1,11%. Nasdaq Composite tercatat 14.038,76 atau naik 1,31%.

Analis pasar modal T. Rowe Price Associates Tim Murray mengungkapkan pasar meyakini jika perusahaan teknologi akan terus mengalami kenaikan.

"Walaupun valuasinya tinggi, tapi saham teknologi cukup meyakinkan," kata dia dikutip dari Reuters, Jumat (16/4/2021).

Memang saham-saham teknologi seperti Microsoft tercatat naik 1,5% dan Facebook naik 1,9%. Sentimen yang mempengaruhi Wall Street juga terjadi karena penjualan ritel di AS tercatat mulai meningkat.

Hal ini karena adanya bantuan tambahan dari pemerintah. Sementara itu klaim pengangguran tercatat mengalami penurunan menjadi 576.000 merupakan level terendah dalam satu tahun.

Murray mengatakan ekuitas AS merupakan yang terbaik kedua di dunia. Volume perdagangan di bursa saham AS mencapai 9,95 miliar saham.

"Kami punya angka penurunan selama 10 tahun, tapi kami punya data ekonomi yang baik," jelas dia.

(kil/ara)