Perusahaan Game AppLovin IPO, Kantongi Rp 29 T

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 16 Apr 2021 10:04 WIB
Traders work on the trading floor on the final day of trading for the year at the New York Stock Exchange (NYSE) in Manhattan, New York, U.S., December 29, 2017. REUTERS/Andrew Kelly
Ilustrasi/Foto: Reuters
Jakarta -

Aplikasi seluler dan platform game AppLovin mengumpulkan US$ 2 miliar setara Rp 29,2 triliun dalam penawaran umum perdana (IPO). Dana yang dikantongi saat go public membuat perusahaan itu bernilai US$ 28,6 miliar.

Perusahaan yang berbasis di Palo Alto, California bekerja membuat perangkat lunak untuk membantu pengembang, memasarkan, dan memonetisasi aplikasi. AppLovin disebut telah membuat 200 game seluler. Saat ini platform itu telah memiliki 410 juta pengguna aktif.

Tetapi investor tidak langsung tertarik dengan AppLovin. Setelah mencatatkan harga US$ 80 per saham, beberapa saat kemudian ditutup turun 18% menjadi sekitar US$ 65, menempatkan kapitalisasi pasarnya sekitar US$ 23 miliar.

Menanggapi harga saham yang turun usai IPO, Pendiri dan CEO AppLovin, Adam Foroughi mengatakan kepada dia lebih fokus pada masa depan perusahaan daripada pergerakan saham saat ini.

"Apa yang kami coba lakukan adalah bermitra dengan investor yang melihat rencana tiga hingga lima tahun. Setiap saham naik dan turun. Kami tidak dapat mengontrol jangka pendek, tetapi kami pasti dapat mengontrol hasil jangka panjang," katanya dikutip dari CNN, Jumat (16/4/2021).

Dengan dana IPO, perusahaan berencana untuk berinvestasi dalam membuat lebih banyak konten original. Selain itu, akan digunakan sebagian untuk melakukan akuisisi. Rencana akuisisi itu melanjutkan rencana perusahaan sejak 2018.

Saat itu perusahaan telah menginvestasikan US$ 1 miliar dalam 15 akuisisi dan kemitraan untuk menumbuhkan perpustakaan konten dan kemampuan perangkat lunaknya. Baru-baru ini, AppLovin mengumumkan akan membeli pengukuran aplikasi seluler dan firma pemasaran Adjust.

Pada 2020, AppLovin menghasilkan pendapatan US$ 1,45 miliar, meningkat 46% dari tahun sebelumnya. Tetapi juga melaporkan kerugian bersih hampir US$ 126 juta. AppLovin memperkirakan ekosistem aplikasi seluler akan tumbuh menjadi US$ 283 miliar pada 2024, naik dari US$ 189 miliar tahun lalu.

AppLovin, yang didukung oleh firma ekuitas swasta KKR & Co perusahaan game terbaru yang go public. Mengikuti perusahaan video game populer anak-anak Roblox (RBLX) dan platform pengembang Unity Software (UUU) yang juga dikabarkan baru melakukan IPO.

(ara/ara)