Kecelakaan Bikin Fitur Autopilot Disorot, Saham Tesla Turun 3,4%

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 20 Apr 2021 09:11 WIB
CORTE MADERA, CA - AUGUST 02:  The Tesla logo appears on a brand new Tesla Model S on August 2, 2017 in Corte Madera, California. Tesla will report second-quarter earnings today after the closing bell.  (Photo by Justin Sullivan/Getty Images)
Foto: Justin Sullivan/Getty Images
Jakarta -

Mobil Tesla seri S dilaporkan mengalami kecelakaan di Houston Spring, Texas. Pihak kepolisian menyebut kecelakaan ini menewaskan dua orang penumpang.

Dikutip dari CNN, Selasa (20/4/2021), Kepala polisi Harris County, Mark Herman mengungkapkan dari hasil penyelidikan tak ada orang yang duduk di kursi pengemudi saat kecelakaan terjadi.

Hal tersebut langsung ditanggapi oleh CEO Tesla, Elon Musk yang mencuit jika fitur autopilot di mobil tersebut tak digunakan.

Elon menyebut jika tak ada data log yang ditemukan terkait penggunaan fitur tersebut. Dia juga tak memberikan rincian terkait kecelakaan yang terjadi.

Dilansir Reuters, kecelakaan ini turut mempengaruhi saham Tesla Inc yang turun 3,4%. Fitur Tesla Autopilot ini dirancang untuk membantu pengemudi bisa tetap mengendarai di jalur lalu lintas bahkan memperlambat atau menghentikan mobil ketika ada objek di depannya.

Dari situs Tesla disebutkan jika fitur autopilot ini memerlukan pengawasan pengemudi yang aktif dan tidak membuat kendaraan bisa bebas melaju.

Bahkan Elon Musk menyebutkan jika fitur autopilot ini lebih aman dibandingkan pengemudi. "Tesla dengan Autopilot tingkat kecelakaanya lebih rendah daripada kendaraan biasa," tambah Musk.

Dia menyebut dari data perusahaan pengendara dengan autopilot ini hanya terjadi satu kali untuk setiap 4,19 juta mil pada kuartal I tahun ini. Dia membandingkan dengan data administrasi keselamatan lalu lintas jalan raya nasional yang kecelakaan dalam setiap 484.000 mil untuk mobil yang dikendarai manusia.

(kil/ara)