IHSG Terseret Anjloknya Rupiah
Rabu, 08 Mar 2006 16:44 WIB
Jakarta - Pelaku pasar kembali melepas saham-saham unggulan dalam transaksi Rabu ini (8/3/2006) karena sentimen anjloknya rupiah yang kini kembali di level Rp 9.300 per dolar AS.Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 12,655 poin pada level 1.233,596. Saham Astra Internasional menjadi motor penurunan indeks saham.Selain rupiah, melemahnya bursa regional ikut memicu penurunan indeks yang terus terjadi sejak Selasa kemarin (7/3/2006).Indeks LQ-45 turun 3,072 poin pada level 270,871, Jakarta Islamic Index (JII) turun 2,195 poin pada level 218,185, Main Board Index (MBX) turun 3,447 poin pada level 336,945 dan Development Board Index (DBX) turun 2,596 poin pada level 249,374.Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 15.394 kali, dengan volume 1,499 miliar unit saham, senilai Rp 1,537 triliun. Dari jumlah saham yang aktif ditransaksikan, sebanyak 33 saham naik, 78 saham turun dan 64 saham stagnan. Saham-saham yang turun harganya di top losser antara lain, Astra Internasional (ASII) turun Rp 300 menjadi Rp 9.800, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 300 menjadi Rp 9.250, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 75 menjadi Rp 4.175, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 75 menjadi Rp 2.100 dan Kalbe Farma (KLBF) turun Rp 20 menjadi Rp 1.340.Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 100 menjadi Rp 24.400, Telkom (TLKM) naik Rp 50 menjadi Rp 6.250, Ramayana Lestari Sentosa (RALS) naik Rp 20 menjadi Rp 750, Bank Panin (PNBN) naik Rp 15 menjadi Rp 470 dan Kawasan Industri Jababeka (KIJA) naik Rp 5 menjadi Rp 115.
(ir/)











































