BES Usulkan Penggunaan CTP Untuk Harga Dasar Obligasi

BES Usulkan Penggunaan CTP Untuk Harga Dasar Obligasi

- detikFinance
Rabu, 08 Mar 2006 17:33 WIB
Jakarta - Bursa Efek Surabaya (BES) akan mengusulkan agar sistem Central Trading Platform (CTP), dijadikan dasar untuk pembentukan harga patokan (benchmark) obligasi oleh Komisi Independen Pembentukan Harga (Independent Price Commision). Usulan tersebut akan diajukan ke Badan Pengawas Pasar Modal dalam 1-2 minggu ini. Selain ke Bapepam, BES juga akan mengusulkan hal ini ke Bank Indonesia (BI) dan Direktorat Perbendaharaan surat utang negara (SUN).Demikian diungkapkan oleh Direktur BES, Guntur Pasaribu disela acara rapat umum pemegang saham (RUPS) PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Rabu (8/3/2006).Setiap hari, ungkap Guntur, data-data perdagangan obligasi di CTP BES bisa dipakai oleh Independent Price Commision untuk membuat rumusan harga obligasi. Kemudian setelah terbentuk benchmark, harga tersebut akan disosialisasikan ke para pedagang sebagai acuan harga pada perdagangan keesokan harinya."Dalam realisasinya harga retail dengan harga whole sale bisa beda, tapi nantinya benchmark-nya tetap satu. Ini tidak hanya untuk SUN tapi juga untuk obligasi korporasi," ujar Guntur.Saat ini, lanjut Guntur, 90 persen pedagang obligasi seperti bank, kustodian, perusahaan efek dan fund manager menggunakan CTP. Sehingga, kalau CTP dipakai sebagai dasar untuk pembentukan harga mudah disosialisikan. "Kalau sistem ini bisa jalan diharapkan bisa memulihakan citra pasar obligasi di mata investor," tambah Guntur. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads