Heboh Rumor Saham Diborong Gojek, Matahari Buka Suara

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 29 Apr 2021 16:43 WIB
Dua hari lagi jelang penutupan, barang dagangan nyaris ludes. Barang yang nyaris ludes adalah aksesoris wanita, make up hingga sepatu dan sandal.
Foto: Sylke Febrina Laucereno
Jakarta -

PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) masih malu-malu untuk menjawab rumor mengenai salah satu pemegang sahamnya ada kaitannya dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa alias Gojek.

Chief Financial Officer MPPA, Herry Sanjaya tidak mengkonfirmasi terkait dengan pemegang saham yang baru ada hubungannya dengan Gojek Indonesia atau tidak. Menurut dia, pihaknya sudah memberikan penjelasan kepada OJK dan BEI melalui keterbukaan.

"Mengenai investor yang masuk sejauh ini informasi yang kami dapatkan, kami sampaikan kita sudah sampaikan melalui keterbukaan informasi melalui OJK maupun Bursa," kata Harry dalam acara public expose insidentil secara online, Kamis (29/4/2021).

Sementara Corporate Secretary MPPA, Danny Kojongian mengungkapkan ada tiga pemegang saham baru di Matahari Putra Prima, yaitu Panbridge Investment, PT Pradipa Darpa Bangsa, dan Threadmore Capital Ltd.

Danny mengaku informasi perubahan kepemilikan saham ini juga diketahui dari laporan PT Multipolar yang saat ini masih menjadi pemegang saham mayoritas Matahari Putra Prima.

"Kita juga melakukan berdasarkan perubahan kepemilikan saham MPPA, yang sudah kita sampaikan ke OJK dan BEI, bahwa yang berdasarkan informasi yang kami peroleh dari Multipolar," kata Danny.

PT Multipolar Tbk (MLPL) tercatat telah melepas saham 11,9% saham PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) kepada tiga investor. Ketiga investor itu adalah PT Pradipa Darpa Bangsa, Panbridge Investment Ltd, dan Threadmore Capital Ltd 3,81%.

Dengan MLPL menjual 11,9% saham atau sebanyak 896.327.200 lembar saham di MPPA, maka ada tiga pemegang saham baru karena membeli saham tersebut. Pertama, Panbidge Investment membeli 250.971.600 lembar saham atau yang mewakili 3,33% saham.

Selanjutnya, ada PT Pradipa Darpa Bangsa sebanyak 358.530.900 lembar saham atau mewakili 4,76%, dan terakhir adalah Threadmore Capital Ltd sebanyak 286.824.700 lembar saham atau mewakili 3,81%.

Saat ini yang menjadi pembicaraan hangat adalah mengenai PT Pradipa Darpa Bangsa yang menguasai 4,76% saham MPPA. Kabarnya, investor ini masih ada hubungannya dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa alias Gojek. Sebab, PT Pradipa Darpa Bangsa ini memiliki alamat gedung sama dengan kantor pusat Gojek Indonesia di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

Sebelumnya,Pihak Matahari Putra Prima pun telah memberikan klarifikasi melalui keterbukaan informasi BEI. Manajemen menyebut tidak mengetahui kebenaran informasi yang beredar khususnya mengenai hubungan PT Pradipa Darpa Bangsa dengan Gojek Indonesia.

Informasi ini, dikatakan Corporate Secretary Matahari Putra Prima Danny Kojongian tidak mempengaruhi keberlangsungan operasional perusahaan dan harga saham perusahaan.

"Tidak terdapat fakta/informasi material/kejadian penting yang dapat berpengaruh signifikan terhadap Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik," kata Danny dari keterbukaan informasi BEI.

Simak juga video 'Gojek Hadirkan Ruang Keamanan Publik Bagi Perempuan':

[Gambas:Video 20detik]



(hek/ara)