Semen Gresik Kurangi Penjualan Ekspor Tahun Ini 25%
Kamis, 09 Mar 2006 14:32 WIB
Jakarta - Perusahaan semen BUMN, PT Semen Gresik Tbk (SMGR) memutuskan untuk mengurangi penjualan ekspor semen tahun ini menjadi 1,5 juta ton dibanding tahun 2005 yang sebesar 2 juta ton.Pengurangan ekspor ini dilakukan karena melihat kebutuhan dalam negeri yang meningkat. Penurunan ekspor ini telah dilakukan Semen Gresik sejak tahun lalu.Tercatat pada tahun 2005, ekspor Semen Gresik turun 12,5 persen dibanding tahun 2004 dari 2,25 juta ton menjadi 2 juta ton. Kebutuhan ekspor Semen Gresik tahun 2005, sebanyak dua pertiga berasal dari produksi PT Semen Padang dan sisanya dari Semen Tonasa. Dengan pengurangan ekspor ini, maka ekspor kedua anak usaha ini dikurangi masing-masing 30-40 persen "Tahun ini kita akan mengurangi ekspor sepanjang bisa dipasarkan di dalam negeri," jelas Direktur Keuangan Semen Gresik Cholil Hasan dalam konferensi pers di salah satu restoran di Kawasan SCBD, Jakarta, Kamis (9/3/2006). Cholil menilai, pasar domestik lebih menguntungkan karena harga jual yang lebih tinggi dibanding pangsa pasar ekspor. Untuk pasar dalam negeri harga jual rata-rata mencapai US$ 65 per ton sedangkan pasar ekspor hanya sebesar US$ 35 per ton. Saat ini negara tujuan ekspor Semen gresik adalah Bangladesh, Thailand dan Singapura. Cholil memperkirakan tahun ini pertumbuhan permintaan semen nasional sebesar 6 persen. Pertumbuhan ini seiring dengan berjalannya proyek-proyek infrastruktur di tahun ini. Hingga tahun 2005, Semen Gresik menguasai 45 persen pangsa pasar nasional sebesar 40 juta ton.Cholil juga menegaskan, untuk mempertahankan pangsa pasar di tahun 2006, Semen Gresik akan mengoptimalisasi produksi anak usahanya PT Semen Padang dan PT Semen Tonasa. Pasalnya, kapasitas terpasang khususnya di Semen Gresik sudah mendekati maksimum. Bahkan, kapasitas pabrik khusus di Semen Gresik sudah mentok sebesar 7,5 juta ton per tahun dari seharusnya 6,5 juta ton per tahun. Sementara total produksi seluruh pabrik Semen Gresik Group tahun 2005 meningkat 4,5 persen menjadi 16,338 juta ton dibanding tahun 2004 sebesar 15,637 juta ton. "Produksi ini sudah melebihi dari kapasitas produksi perseroan sebesar 16,220 juta ton per tahun," kata Cholil.Semen Gresik memperkirakan pendapatan yang belum diaudit tahun 2005 mencapai Rp 7 triliun dibanding tahun 2004 yang sebesar Rp 6 triliun. Sedangkan tahun ini pendapatan diperkirakan Rp 7 triliun.
(ir/)











































