Alfamart Rights Issue, Mau Suntik Bank Aladin Syariah?

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 08 Mei 2021 06:00 WIB
Karyawan mengamati layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (29/09/2014). IHSG berhasil bertahan di zona hijau hingga akhir perdagangan. Indeks itu ditutup pada level 5.142,01 atau rebound 0,18%,Sektor keuangan menjadi pendorong indeks dengan kenaikan 0,77%.
BEI/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) berencana menerbitkan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue untuk memperkuat kondisi keuangan perusahaan dengan rencana untuk mengembangkan kegiatan usahanya di masa yang akan datang.

Pada rencana ini, muncul kabar pasar yang menyebutkan rencana pengelola jaringan gerai Alfamart ini akan bekerja sama dengan PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK).

Mengutip keterbukaan informasi BEI, Jumat (7/5/2021), perseroan berencana untuk rights issue maksimal 5 miliar saham dengan nilai Rp 10 per saham.

"Perseroan akan melakukan penambahan modal dengan HMETD dengan tujuan penggunaan dana untuk melakukan investasi pada perusahaan lain atau penyertaan saham pada perusahaan yang bergerak di bidang berbasis teknologi yang dapat bersinergi secara strategis dengan perseroan," tulis keterbukaan informasi BEI.

Manajemen menyampaikan, sampai dengan tanggal surat jawaban ini perseroan masih dalam proses penjajakan dan evaluasi atas rencana investasi pada perusahaan lain yang bergerak di bidang berbasis teknologi.

"Kerja sama strategis antara perseroan dengan PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK), seperti halnya kerja sama perseroan dengan perusahaan-perusahaan mitra bisnis lainnya merupakan kerja sama bisnis umum," tulis keterbukaan informasi BEI.

Belum lama ini, pengelola Alfamart telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa.

"Tidak dapat dipungkiri bahwa berbagai dampak negatif yang ditimbulkan oleh Pandemi COVID-19 berdampak pada kinerja keuangan Perseroan dan Entitas Anak di tahun 2020. Namun, di tengah situasi yang sulit ini, Perseroan berhasil mempertahankan kinerja dengan membukukan pendapatan neto sebesar Rp75,83 triliun, tumbuh 3,95% dari Rp72,94 triliun pada tahun 2019. Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan penjualan dan penambahan jumlah gerai Perseroan dan Entitas Anak sepanjang tahun 2020," kata Corporate Secretary AMRT, Tomin Widian dalam keterangan tertulisnya.

Tomin menjelaskan, gerai perseroan dan entitas anak sepanjang 2020 tumbuh sekitar 8,70% atau sebanyak 1.405 gerai, sehingga total gerai menjadi 17.538 gerai yang terdiri dari 15.434 gerai dan 2.104 gerai entitas anak.

"Pada tahun 2020 ini, pertumbuhan jumlah gerai perseroan dan entitas anak menunjukkan peningkatan dibanding tahun sebelumnya, di tengah kondisi pandemi yang melanda, Perseroan memanfaatkan peluang dengan melakukan ekspansi dengan menempatkan diri semakin dekat dengan konsumen sehingga konsumen tetap dapat memenuhi kebutuhannya," tambahnya.

(hek/ara)

Tag Terpopuler