Rencana Besar Telkomsel di Balik Suntikan Jumbo Rp 6,5 T ke Gojek

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 11 Mei 2021 13:29 WIB
Gojek Merah Putih
Foto: Gojek
Jakarta -

PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) sudah melengkapi keseluruhan investasinya kepada Gojek sebesar US$ 450 juta atau setara Rp 6,5 triliun (kurs Rp 14.145). Investasi itu dilakukan dua tahap, yang pertama pada November 2020 dan tahap kedua dilakukan pada Mei 2021.

Investasi itu dinilai akan berdampak baik bagi kedua perusahaan terutama PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) selaku induk usaha Telkomsel. Perubahan positif ini disebut akan terasa pada saat Indonesia keluar dari resesi akibat pandemi COVID-19.

"Pada saat Indonesia keluar dari resesi, Gojek ini akan ekspansi ke mana-mana dan akan lebih besar dan ini akan diuntungkan oleh Telkom. Jadi Telkomsel itu bukan melihat saat ini, tapi melihat yang akan datang setelah ekonomi Indonesia keluar dari resesi," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi kepada detikcom, Selasa (11/5/2021).

Senior Analis PT MNC Sekuritas Victoria Venny juga menilai investasi yang dilakukan Telkomsel di Gojek sangat tepat. Perusahaan besar seperti Telkomsel disebut harus melakukan diversifikasi usaha seperti investasi di perusahaan digital karena melihat potensi ekonomi digital Indonesia yang masih bisa tumbuh.

"Saat ini Telkomsel merupakan perusahaan telekomunikasi yang memiliki cash terbaik di Indonesia. Jika mereka hanya berinvestasi di infrastruktur telekomunikasi, maka potensi pertumbuhannya sudah bisa diukur. Pertumbuhan perusahaan yang sudah mature paling besar hanya 5%. Namun berbeda ketika mereka berinvestasi di perusahaan digital. Potensi pertumbuhan rintisan ini bisa eksponensial," kata Venny terpisah.

Selain potensi pertumbuhan industri digital yang masih sangat terbuka luas, kini valuasi dari perusahaan digital yang ada juga masih sangat menarik dan memiliki potensi tumbuh secara eksponensial.

"Jika kita melihat rekam jejak perusahaan digital seperti Gojek dan Tokopedia, mereka belum 10 tahun saja valuasinya sudah melebih market cap dari Telkom. Kalau Telkomsel hanya berinvestasi di infrastruktur telekomunikasi saja maka mereka tak akan bisa berkompetisi. Itu yang menjadi pertimbangan Telkomsel berinvestasi di perusahaan digital," ungkap Venny.

Dengan adanya investasi ini juga masyarakat akan semakin dimudahkan lewat pertumbuhan perusahaan digital yang fokus memberikan layanan kebutuhan masyarakat Indonesia.

"Di saat pandemi COVID-19 masih terjadi, masyarakat Indonesia mau tidak mau sangat tergantung pada perusahaan digital. Terlebih lagi ketika ingin memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saat ini saya untuk konsultasi dengan dokter dan membeli obat sudah melalui Aplikasi Halodoc. Sehingga potensi pertumbuhan perusahaan digital yang menyentuh kebutuhan masyarakat masih sangat besar," pungkas Venny.

Tonton Video: Gojek Dapat Suntikan Rp 4,3 T dari Telkomsel, Bakal Dipakai Buat Apa?

[Gambas:Video 20detik]



(aid/eds)