Akhirnya! Emiten Ini Cetak Laba Rp 7 M Setelah Rugi 3 Tahun

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 14 Mei 2021 22:30 WIB
ilustrasi bursa
Ilustrasi/Foto: shutterstock
Jakarta -

PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) membukukan laba bersih sebesar Rp 7,2 miliar pada kuartal I-2021. Laba ini berhasil didapat setelah emiten pembiayaan mencatatkan rugi berturut-turut selama 3 tahun.

Berdasarkan catatan perusahaan, laba bersih Rp 7,2 miliar ini naik 154% dari posisi yang sama tahun sebelumnya (yoy) dengan kerugian sebesar Rp 13,3 miliar.

"Pertumbuhan laba bersih tersebut tidak terlepas dari kesuksesan Radana Finance dalam melakukan transformasi bisnis di tahun 2020 di mana dilakukan penyempurnaan proses bisnis sehingga biaya operasional dapat ditekan sebesar 45% menjadi Rp 11 miliar dari posisi yang sama tahun sebelumnya (yoy) sebesar Rp 20 miliar," kata Direktur Keuangan HDFA, Rizalsyah Riezky dalam keterangan resminya yang dikutip, Jumat (14/5/2021).

Rizalsyah menyebut, faktor lain yang mendorong pertumbuhan bisnis Radana Finance ialah perubahan misi Perseroan untuk senantiasa mendukung pertumbuhan ekonomi UKM di Indonesia.

Radana Finance, dikatakan Rizalsyah mulai beralih dari pembiayaan konsumtif berupa pembiayaan multiguna motor dan mobil bekas menjadi pembiayaan produktif yang berupa pembiayaan anjak piutang dan pembiayaan investasi dengan jaminan asset untuk nasabah UKM di Indonesia.

"Hal ini tercermin dari komposisi portofolio Perseroan yang di awal tahun 2020 memiliki komposisi sekitar 80% pembiayaan konsumtif dan sekitar 20% pembiayaan produktif, menjadi sekitar 15% pembiayaan konsumtif dan 85% pembiayaan produktif pada kuartal I-2021," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Operasional Radana Finance Arif Budiman menambahkan Radana Finance terus melakukan penyempurnaan proses bisnis secara menyeluruh terutama pada proses akuisisi dan pengelolaan piutang untuk memastikan kualitas piutang yang baik.

"Hingga Maret 2021, tingkat NPF-gross untuk portfolio produktif terjaga pada angka dibawah 1%. Hal ini membuat angka NPF-nett keseluruhan terjaga di angka 0% pada Kuartal I-2021 dari posisi yang sama sebelumnya sebesar 4,5%," kata Arif.

Dari sisi posisi keuangan, Perseroan mencatatkan penurunan pada total asset sebesar 34% (yoy) menjadi Rp 749 miliar dari posisi yang sama sebelumnya sebesar Rp 1,1 triliun. Namun, piutang pembiayaan mengalami sedikit kenaikan sebesar 2% (yoy) menjadi Rp 434 miliar dari posisi sebelumnya sebesar Rp 425 miliar. Hal ini membuat rasio FAR (Financing to Asset Ratio) terjaga pada angka 53%. Liabilitas pada kuartal I-2021 tercatat turun sebesar 58% (yoy) menjadi Rp 235 miliar dari posisi sebelumnya sebesar Rp 555 miliar. Hal ini disebabkan oleh turunnya utang terhadap bank menjadi Rp 152 miliar dari Rp 451 miliar, turun sebesar 58% (yoy). Ekuitas pada kuartal I-2021 dibukukan mencapai Rp 513 miliar, turun 11% (yoy) dari periode sebelumnya sebesar Rp 578 miliar.

Radana Finance menargetkan pembiayaan baru sebesar Rp 1,5 triliun pada tahun 2021. Untuk mencapai target pembiayaan tersebut, Perseroan akan terus memperkuat 2 produk utama pembiayaan produktif yang saat ini dimiliki yaitu pembiayaan anjak piutang (factoring) dan pembiayaan investasi berbasis aset. Adapun untuk pembiayaan investasi saat ini, perusahaan fokus pada aset usaha produktif seperti truk komersial dan alat berat baik untuk unit baru, bekas maupun refinancing.

"Melakukan penetrasi produk pembiayaan di masa pandemi tentu memiliki tantangan tersendiri, terlebih pandemi ini terjadi hampir di semua sektor usaha. Namun kami percaya masa pandemi COVID-19 ini menjadi peluang bagi Radana Finance untuk menjadi mitra andal dan sahabat terpercaya bagi pelaku usaha yang membutuhkan solusi keuangan," ungkap Arif.

(hek/eds)