Dual Listing! GoTo akan Jual Saham di Bursa RI dan AS

Ardhi Suryadhi - detikFinance
Rabu, 19 Mei 2021 12:11 WIB
Gojek dan Tokopedia resmi merger dan menghasilkan grup GoTo.
Foto: Dok. GoTo
Jakarta -

GoTo, perusahaan hasil merger Gojek dan Tokopedia, bakal agresif terkait rencana melantai di bursa/Initial Public Offering (IPO). Tak tanggung-tanggung, bursa Amerika Serikat (AS) juga menjadi target mereka.

co-Founder dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengakui jika rencana ini terbilang ambisius. Namun ia optimistis jika hal tersebut bukan sesuatu yang mustahil.

"Namun kami realistis, dual listing ini tidak akan dilakukan berbarengan. Target kami IPO di Indonesia dulu, sebelum akhir tahun ini pokoknya," ujarnya saat diskusi terbatas dengan media di Ritz Carlton Jakarta, Selasa (18/5/2021).

Lantas kenapa bursa Amerika yang dipilih? Hal ini lantaran deretan investor kelas kakap hampir semuanya berkumpul di Negeri Paman Sam. Termasuk jika ingin mengglobal maka pasar Amerika akan jadi pembuka jalan.

"Lihat saja perusahaan-perusahaan China juga agresif dan melantai di bursa AS, karena ingin mengglobal nggak cuma bermain di negaranya," lanjut pendiri startup yang kerap bekerja sepanjang malam tersebut.

IPO merupakan salah satu mimpi terbesar pasca dua startup unicorn terbesar di Indonesia itu bersatu. Terlebih, ada atau tidaknya merger ini pun IPO jadi suatu target wajib bagi sebuah startup raksasa, karena menjadi jalan balik modal bagi investor yang sudah mengucurkan dananya selama bertahun-tahun.

"Ini mimpi kami yang terpendam lama dan harus berhasil kami wujudkan. Kenapa ini penting? karena kami benar-benar bermimpi semua mitra kami yang membantu kami besar, tumbuh besar, mitra driver, mitra merchant dan sebenarnya khususnya seluruh pengguna kami masyarakat Indonesia bisa menjadi pemilik perusahaan juga, bisa menjadi pemegang saham kami," tambahnya.

Bagaimana persiapan IPO-nya? Lihat di halaman selanjutnya.

CEO GoTo Andre Soelistyo menambahkan, demi mewujudkan mimpi IPO ini, tim gabungan Gojek dan Tokopedia saat ini tengah berjibaku untuk menyiapkan segala sesuatunya.

"Nanti bentuknya seperti apa dan berapa besar saham yang akan dilepas itu masih dipertimbangkan, yang pasti kami ingin dual listing. Soalnya di luar negeri lebih banyak yang listing di bursa. Jadi tunggu saja, pokoknya sebelum akhir tahun ini," pungkasnya.

Total transaksi GoTo sendiri secara grup diperkirakan tembus US$ 22 miliar atau setara dengan Rp 312,4 triliun (asumsi kurs Rp 14.200).

"Pembentukan Grup GoTo ini merupakan kolaborasi usaha terbesar di Indonesia, sekaligus kolaborasi terbesar antara dua perusahaan internet dan layanan media di Asia hingga saat ini," bunyi keterangan resmi GoTo.

- Total Gross Transaction Value (GTV) secara grup lebih dari US$22 miliar pada tahun 2020
- Lebih dari 1,8 miliar transaksi pada tahun 2020
- Lebih dari dua juta mitra driver yang terdaftar per Desember 2020
- Lebih dari 11 juta mitra usaha (merchant) per Desember 2020
- Lebih dari 100 juta pengguna aktif bulanan (Monthly Active User/MAU)
- Kontribusi sebesar 2% kepada total PDB Indonesia.



Simak Video "5 Fakta Merger Gojek dan Tokopedia yang Lahirkan GoTo"
[Gambas:Video 20detik]
(ash/ang)