Ekonomi Masih Lesu, Wall Street Tergelincir

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 20 Mei 2021 09:10 WIB
Pusat bisnis di New York, Wall Street terlihat kosong melompong sebagai dampak
 pandemi Covid-19, Minggu (29/3/2020).
Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency
Jakarta -

Sejumlah indeks utama Wall Street ditutup di zona merah pada perdagangan Rabu (19/5). Bursa Amerika Serikat (AS) berada zona merah usai risalah pertemuan Federal Reserve April menunjukkan ekonomi Negeri Paman Sam ini masih jauh dari tujuan.

Kemudian, beberapa mempertimbangkan diskusi tentang pengurangan program pembelian obligasi.

"Selanjutnya ada pandangan dan perspektif dari partisipan, serta staf The Fed bahwa tekanan inflasi yang mulai jelas ini akan tetap sementara dalam pandangan mereka dan kemungkinan akan surut saat kita transisi ke 2022," kata Bill Northey, Senior Investment Director di US Bank Wealth Management di Minneapolis, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (20/5/2021).

Pembacaan inflasi yang kuat dan tanda-tanda kekurangan pekerja dalam beberapa pekan terakhir telah memicu kekhawatiran dan mengguncang pasar saham. Meski, ada jaminan dari pejabat Bank Sentral bahwa itu akan bersifat sementara.

Dow Jones turun 163,11 poin atau 0,48% ke level 33.897,55. Kemudian S&P 500 turun 11,87 poin atau 0,29% ke level 4.115,96. Sementara, Nasdaq susut 3,90 poin atau 0,03% menjadi 13.299,74.

Sejalan dengan itu, sejumlah mata uang kripto juga tersungkur pada Rabu kemarin. Bitcoin dan ether mencatat kerugian terbesar sejak Maret tahun lalu usai China melarang lembaga keuangan dan pembayaran menyediakan layanan mata uang kripto.

Saham operator pertukaran kripto Coinbase Global, penambang Riot Blockchain dan Marathon Digital Holdings turun tajam pada hari Rabu.

(acd/eds)