Meroket 54%, Laba PSSI Kuartal I-2021 US$ 2,5 Juta

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 24 Mei 2021 13:13 WIB
Karyawan mengamati layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (29/09/2014). IHSG berhasil bertahan di zona hijau hingga akhir perdagangan. Indeks itu ditutup pada level 5.142,01 atau rebound 0,18%,Sektor keuangan menjadi pendorong indeks dengan kenaikan 0,77%.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) mencatat laba bersih di kuartal I 2021 US$ 2,5 juta atau naik signifikan 54% dari tahun sebelumnya US$ 1,6 juta. Sementara pendapatan usaha meningkat 6% (YoY) menjadi US$ 20,5 juta dari US$ 19,3 juta.

Direktur Utama Pelita Samudera Shipping Iriawan Ibarat mengatakan, meski ekonomi belum pulih akibat tantangan pandemi COVID-19, tapi harga batu bara yang stabil tinggi sejak akhir 2020 berkontribusi pada peningkatan utilisasi aset di semua segmen usaha.

"Kapal Tunda & Tongkang (T&B) mencapai utilisasi di 92,8% menyumbang pendapatan usaha tertinggi sebesar US$ 8,7 juta, diikuti Kapal Curah Besar (MV) yang mencapai utilisasi di 100%, dan Fasilitas Muatan Apung (FLF) di 64,7%, masing-masing menyumbang pendapatan usaha sebesar US$5,9 juta," kata pria yag akrab disapa Alex ini dalam keterangan resmi, Senin (24/5/2021).

Sementara beban pokok pendapatan hanya mengalami kenaikan sebesar 4% (YoY) menjadi US$ 15,5 juta dari US$ 14,9 juta yang dikontribusi kenaikan biaya perbaikan kapal dan biaya sewa. Sementara marjin laba bruto lebih tinggi sebesar 24,5% dibandingkan kuartal I 2020 sebesar 22,7%.

Segmen T&B memperluas diversifikasi bisnis pengangkutan komoditas nikel selain batu bara, menyumbang kontribusi terbesar pada pendapatan sewa berjangka (time charter revenue) yang naik signifikan sebesar 98% (YoY) menjadi US$ 5,7 juta dari US$ 2,9 juta. Diikuti segmen MV yang telah merambah jangkauan pasar yang lebih luas di pasar internasional dengan tarif angkutan rata-rata lebih tinggi dari pasar domestik dan peningkatan pengangkutan multi kargo seperti semen, baja, produk besi, gula disamping batubara.

"Perseroan terus mengambil langkah-langkah strategis guna memanfaatkan kondisi pasar global yang perlahan mulai pulih. Selain fokus untuk diversifikasi komoditas angkut multikargo, perseroan juga memaksimalkan belanja modal untuk ekspansi armada dengan pembelian 2-unit Tugboat di kuartal I dan memaksimalkan utilisasi aset yang dimiliki,'' ujar Alex.

Sementara, total aset sebesar US$ 148,8 juta, sedikit lebih tinggi dari US$ 146,8 juta per 31 Desember 2020. Total ekuitas sebesar US$ 97,2 juta, meningkat 3% dari US$ 94,5 juta per 31 Desember 2020. Lalu kas dan setara kas pada akhir periode kuartal I 2021 sebesar US$ 11,7 juta, lebih tinggi 131% dari kuartal I 2020 sebesar US$ 5,1 juta.

Kenaikan laba bersih mengangkat return on invested capital (ROIC) menjadi 1,97%, return on asset (ROA) 1,71%, dan return on equity (ROE) 2,62%.

Alex melanjutkan, produksi volume nikel di kuartal I 2021 (YoY) menunjukkan tren positif dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 19%, diprediksi tumbuh signifikan sebesar 29% di 2021. Pertumbuhan ini akan berkontribusi positif pada permintaan pengangkutan untuk kapal tunda & tongkang dan MV.

"Kami optimistis, momentum yang baik di kuartal I akan berlanjut di kuartal II dan sepanjang 2021. Dengan diversifikasi bisnis, optimalisasi aset dan ekspansi armada sebagai salah satu strategi berkelanjutan, kami menargetkan pertumbuhan Pendapatan di 2021 meningkat sekitar 15%-20% dari 2020," tutup Alex.

(fdl/fdl)