IRC Batal Jika Hasil Kajian Tak Menguntungkan

IRC Batal Jika Hasil Kajian Tak Menguntungkan

- detikFinance
Selasa, 14 Mar 2006 15:52 WIB
Jakarta - Pembentukan Indonesia Resources Company (IRC) sebagai perusahaan induk tiga BUMN tambang, yakni PT Aneka Tambang Tbk, PT Timah Tbk, dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk, bisa batal jika hasil kajiannya ternyata tidak menguntungkan."Kita masih dalam studi untuk kajian strategis, tapi yang paling penting harus memberikan suatu value bagi share holder bukan hanya bagi pemerintah," kata Dirut Antam, D Aditya Sumanagara.Hal itu diungkapkan Deddy disela acara seminar sehari tentang investasi pertambangan di Hotel Four Seasson, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa (14/3/2006).Ketika ditegaskan, apakah pembentukan IRC bisa batal jika hasil kajian tidak menguntungkan, Deddy menjawab,"Ya dong, IRC harus betul-betul dimatai dengan baik dan harus bagus bagi perusahaan,".Hasil studi kajian merger yang sedang dilakukan penasehat keuangan Citigroup ini baru akan selesai pada April mendatang.Harga NikelDeddy memperkirakan harga nikel tetap akan menguat diatas US$ 5 per lb sampai 2009. Meskipun akan ada suplai baru yang berasal dari cadangan di Cina, Eropa dan India.Saat ini harga nikel antara US$ 6-7,5 per lb. Sedangkan harga emas US$ 550 per toz dan akan terus menguat mengikuti pergerakan dolar, geopolitik dan unsur lainnya.Berdasarkan data Indeks Barclays harga emas 2005 sebesar UD$ 439 per toz, 2006 sebesar US$ 465 per toz dan 2007 sebesar US$ 450 per toz.Untuk harga nikel, berdasarkan data Barclays tahun 2005 US$ 6,8/lb, 2006 US$ 6,58/lb, 2007 US$ 5,67/lb. Brookhunt membuat laporan harga nikel 2005 US$ 6,68/lb, 2006 US$ 6,35/lb, 2007 US$ 6,54. Sedangkan Macquarie memeperkirakan harga nikel 2005 US$ 6,53/lb, 2006 US$ 5,25/lb dan 2007 US$ 5,75/lb. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads