Erick Thohir Bongkar Kondisi Terkini Garuda hingga Komisaris Tolak Gaji

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 02 Jun 2021 14:16 WIB
Infografis Perjalanan Laporan Keuangan Garuda
Foto: Tim Infografis: Mindra Purnomo
Jakarta -

Kondisi maskapai pelat merah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk begitu mengkhawatirkan. Demi mempertahankan perusahaan, dewan komisaris pun sampai menolak untuk terima gaji.

Menteri BUMN EricK Thohir pun buka suara terkait kondisi Garuda. Dia menjelaskan, kondisi penerbangan dalam kondisi parah karena terdampak pandemi COVID-19. Kapasitas penumpang di bandara pun saat ini masih di bawah normal.

"Ini eranya sudah sangat terbuka, industrri penerbangan di seluruh dunia terdampak dan sangat parah. Tidak mungkin dengan penurunan jumlah travel di seluruh dunia, kita lihat saja airport di Indonesia sekarang kapasitasnya itu paling 15%. Kemarin sempet naik 32%, belum 100%," katanya dalam konferensi pers di Kementerian BUMN Jakarta, Rabu (2/6/2021).

Menurutnya, terobosan perlu dilakukan. Pemerintah juga tidak akan berdiam diri melihat kondisi tersebut. Ia mengaku, pemerintah mengajukan sejumlah opsi penyelamatan Garuda. Namun, ia tak memaparkan secara detil.

"Garuda kita ada propose 4 tahapan. 1-2-3-4, saya nggak mau berdebat tahapan itu, kan temen-temen media udah dapet, ini tahapannya 1-2-3-4," ungkapnya.

Dia juga mengatakan, terus bernegosiasi dengan penyewa pesawat (lessor). Opsi-opsi penyelamatan Garuda tersebut juga terus dijajaki.

Lebih lanjut, dia mengatakan, Indonesia merupakan negara kepulauan. Maka itu, untuk berpindah-pindah tempat opsinya hanya ada dua yakni pesawat atau kapal. Melihat kondisi tersebut, pihaknya menyatakan, Garuda dan anak usahanya Citilink ke depan akan fokus ke penerbangan domestik.

"Karena itu salah satu yang kita pasti fokuskan bahwa Garuda ke depan, dan Citilink ke depan akan fokus kepada domestik market, bukan internasional," katanya.

Apalagi, berdasarkan data, penerbangan domestik mendominasi sebelum adanya pandami. Sejalan dengan itu, ia menyatakan, pihaknya tetap mempertahankan 1.300 pilot dan pegawai lainnya.

"Kalau kita berbisnis, jelas ini marketnya dan kita negara kepulauan. Karena itu, dari hasil laporan saya yang saya dapatkan, bahwa kita tetap mempertahankan 1.300 itu pilot dan kru kabin dan lainnya, 2.300 pegawai. Kalau negara lain, jangan saya yang bicara, sudah dalam proses yang lebih parah dari Garuda," ungkapnya.

Lihat juga Video: Momen Erick Thohir Usulkan Komisaris Garuda Cukup 2 Saja

[Gambas:Video 20detik]






(acd/dna)