Obligasi FIF Rp 500 Miliar Dapat Peringkat A+
Rabu, 15 Mar 2006 16:13 WIB
Jakarta - Perusahaan pembiayaan sepeda motor, PT Federal International Finance (FIF), memperoleh peringkat A+ (A plus) dari Pefindo (Pemeringkat Efek Indonesia) untuk penerbitan obligasi sebesar Rp 500 miliar.Obligasi akan dibuat dalam 3 seri yaitu, seri A sebesar Rp 200 miliar berjangka waktu 370 hari dengan bunga tetap di kisaran 13,75-14,5 persen. Seri B sebesar Rp 100 miliar berjangka waktu 24 bulan dengan bunga tetap dikisaran 14,75-15,5 persen. Seri C sebesar Rp 200 miliar berjangka waktu 36 bulan dengan bunga tetap 15,75-16 persen.Demikian penjelasan Dirut FIF, Ida F. Lunardi, dalam acara paparan publik yang berlangsung di Hotel Ritz Calrton, Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (15/3/2006).Dana dari penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk pembiayaan kredit kendaraan bermotor. Obligasi ini akan dijamin dengan piutang lancar pembiayaan sebesar 60 persen dari pokok obligasi.FIF menunjuk PT Danareksa Sekuritas dan PT Kresna Securities, sebagai penjamin emisi dan wali amanat Bank Rakyat Indonesia (BRI).Oligasi ini akan ditawarkan pada 12-17 April dengan masa penawaran awal (book building) 15-28 Maret 2006. Rencananya, obligasi ini akan dicatatakan di Bursa Efek Surabaya (BES) pada 24 April 2006.Saat ini nilai pokok obligasi yang telah dikeluarkan FIF sebesar Rp 3,05 triliun, yang telah dilunasi sebesar Rp 1,35 triliun atau 44,26 persen.Obligasi RitelDua penjamian obligasi FIF Danareksa dan Kresna mengatakan, pihaknya akan memprioritaskan investor ritel dalam penjatahan obligasi ini. Obligasi ritel ini akan dialokasikan, jika jumlah peminat dari obligasi ritel cukup signifikan."Kalau cuma jutaan saja kemungkinan tidak akan dikeluarkan, tidak ada obligasi ritel. Tapi kalau jumlahnya lumayan Rp 2-3 miliar akan kita prioritaskan," kata Head of Investment Banking PT Danareksa Securities, Lukman Tirtaguna.Menurutnya, penyisihan porsi ritel baru akan dilakukan setelah masa penawaran yang berlangsung selama tiga hari.Hal serupa juga dikatakan oleh Andrew Haswin, Direktur Kresna Securities, bahwa penerbitan obligasi ritel masih menunggu berapa banyak permintaan dari investor ritel. Namun menurut kedua penjamin tersebut, saat ini masih agak sulit untuk memasarkan produk obligasi ritel karena investor masih awam mengenai obligasi dan risikonya.Disamping itu, pasarnya juga belum likuid sehingga sulit untuk menjual atau membeli obligasi ritel di pasar sekunder. "Karena saat ini baru U-Finance saja, yang lain belum. Tapi kita setuju bahwa itu harus dimulai," ujarnya.
(ir/)











































